Waspada Kandungan Flalat yang Ditemukan di Bahan Makanan

Hindari makanan yang dikemas dalam plastik.
Makakan (Foto: Tagar/Pixels/Pixabay)

Jakarta - Anda harus berhati-hati dengan kandungan pada makanan yang dimakan. Perlu diperhatikan jenis kemasan yang digunakan untuk makanan tersebut.

Lebih baik lagi untuk menghindari konsumsi makanan yang dikemas dalam plastik karena paparan ftalat. Bahan kimia beracun ini banyak ditemukan di kemasan plastik.

Racun yang ditemukan di banyak wadah makanan plastik tersebut memiliki konsekuensi kesehatan yang serius

Faktanya, sebuah studi baru menemukan bahwa ftalat berkontribusi pada 91.000 hingga 107.000 kematian per tahun.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Pollution, para peneliti membandingkan data dari peserta Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional AS dari 2001-2010 (yang menyediakan sampel urin untuk diuji ftalat).

Dengan informasi tentang kematian hingga akhir 2015. Mereka melihat kematian dari semua penyebab.

Pada akhirnya, para peneliti menemukan bahwa ftalat meningkatkan risiko kematian dari semua penyebab, serta kematian akibat masalah kardiovaskular.

Ftalat atau Phthalates mengganggu metabolisme dalam berbagai cara, terutama dengan meretas hormon.

Bahkan, flatat juga berkontribusi pada peradangan, proses kunci dalam penyakit jantung. Peradangan kronis dapat memiliki konsekuensi kesehatan yang serius.

Selain dikaitkan dengan penyakit jantung, juga dapat meningkatkan risiko kanker, radang sendi, diabetes tipe II, dan penyakit Alzheimer diantara kondisi lainnya.

Penelitian ini dilakukan dengan baik dan dilakukan oleh ilmuwan terpercaya.

Studi tersebut memberitahu kita bahwa tindakan pencegahan harus diambil untuk meminimalkan paparan ftalat, karena bahan kimia berbahaya ini telah dikaitkan dengan banyak konsekuensi kesehatan yang menakutkan.

Sebuah studi pada 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Gene mencatat hubungan antara efek gangguan endokrin ftalat dan peningkatan risiko penyakit kelamin, prostat, ovarium, dan payudara.

Sebuah artikel pada 2016 di jurnal Environment International menyoroti hubungan antara ftalat dan masalah kesuburan, penyakit pernapasan, dan gangguan otak.

Jadi, dengan adanya bukti tersebut dapat membantu melindungi diri dari beberapa konsekuensi kesehatan negatif tersebut.

Mengurangi konsumsi makanan yang telah dikemas dalam plastik bisa menjadi awal yang baik untuk kesehatan Anda di masa sekarang dan di masa depan. []

Berita terkait
5 Makanan Murah yang Ampuh Membuat Awet Muda
Salah satu kunci sukses memperoleh penampilan tetap awet muda adalah menjaga pola makan sehat.
Mengenal Songsui, Makanan Non Halal dari Bangka
Masakan Bangka Belitung yang memiliki cita rasa gurih dan berkuah yang patut dicoba.
Sumber Makanan yang Kaya Akan Vitamin C
Vitamin C atau yang disebut asam askorbat merupakan jenis nutrisi yang larut dalam air dan tidak diproduksi oleh tubuh.
0
Massa SPK Minta Anies dan Bank DKI Diperiksa Soal Formula E
Mereka menggelar aksi teaterikal dengan menyeret pelaku korupsi bertopeng tikus dan difasilitasi karpet merah didepan KPK.