UNTUK INDONESIA
Warga Palembang Kembali Salat Istisqa Minta Hujan
Warga Palembang kembali menggelar salat Istisqa untuk meminta hujan turun di kota Palembang dan sekitarnya.
Pelasanaan Solat Istisqa yang digelar Korem 044 Gapo Palembang di lingkungan Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambe Palembang. (Foto: Tagar/Yuyun)

Palembang - Pasca kabut asap yang tebal beberapa hari ini di kota Palembang dan sekitarnya Salat Istisqa kembali digelar di lapangan olahraga Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambe Palembang, dimulai pada pukul 08.28 WIB hingga 08.37 WIB.

Komandan Korem (Danrem) 044 Garuda Dempo (Gapo) Kol Arhanud Sonny Septiono mengatakan, untuk ke sekian kalinya Salat Istisqa dilaksanakan, untuk berdoa memohon turun hujan di Sumsel. Terlebih di Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambe Palembang, Salat Istisqa ini digelar untuk ketiga kalinya, meminta diturunkan hujan oleh Allah SWT.

"Salat Istisqa ini dengan harapan bisa turun hujan di Sumsel, terutama di kawasan yang banyak titik api. Hari ini, seluruh jajaran Kodim dan Koramil Garuda Dempo, juga melaksanakan salat Istisqa ini," ujarnya, di depan para jemaah.

Lanjut Sony, Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sumsel diperkirakan akan diguyur hujan pada 15 hari ke depan atau Minggu pertama di bulan November 2019.

Salat Istisqa ini dengan harapan bisa turun hujan di Sumsel, terutama di kawasan yang banyak titik api

Dari seluruh daerah di Pulau Sumatera, hanya Provinsi Sumsel saja yang belum diguyur hujan. Sedangkan daerah lain di Pulau Sumatera sudah dibasahi air hujan sejak beberapa hari lalu.

Korem 044/Gapo yang juga ditunjuk sebagai Kepala Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumsel bersama para timnya terus berupaya sampai hari ini untuk memadamkan karhutla.

"Kita sudah berusaha sesuai kemampuan kita, sampai hari ini anggota masih di lapangan, terdiri dari anggota BPBD Sumsel, TNI, Manggal Agni, hingga warga turut memadamkan api tanpa libur," ungkapnya.

Selain dari pemerintah, tambahh Sony, para perusahaan perkebunan di Sumsel juga turut membantu dalam penanganan karhutla ini, salah satunya APP Sinar Mas dan mitranya.

Sonny mengatakan, APP Sinar Mas sangat membantu dalam penyediaan alat pemadam kebakaran dan Regu Pencegah Kebakaran (RPK) yang turun ke lapangan.

“Sinar Mas sangat membantu, bahkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ada sekitar 50 unit alat berat yang dibantu, termasuk heli waterbombing. Di luar konsesi, APP Sinar Mas juga turut membantu pemadaman kebakaran,” katanya.

Ada lebih dari 11.000 anggota satgas yang turun ke lapangan untuk memadamkan api

Pemadaman kebakaran di lahan, lanjutnya, dilakukan APP Sinar Mas. Bahkan perusahaan ini juga turut membantu lima unit heli yang sangat dibutuhkan Satgas Karhutla Sumsel.

“Ada lima unit heli yang dibantu dari APP Sinar Mas. Kita gunakan untuk waterbombing dan sebagian untuk mengangkut tim yang akan diturunkan ke lokasi yang sulit terjangkau. Yang pasti kami turun ke lapangan selama 24 jam,” katanya.

Wakil Satgas Karhutla Sumsel sekaligus Kepala BPBD Sumsel Iriansyah juga mengharapkan, perusahaan yang belum berkontribusi dalam pencegahan, bisa segera ikut serta dalam pemadaman. Termasuk kemampuan mandiri memadamkan kebakaran di areal dan luar konsesi.

Untuk memaksimalkan pemadaman kebakaran, Kol Arhanud Sonny Septiono bersama Iriansyah dan tim Satgas Karhutla Sumsel, terus melakukan patroli dan turun ke titik rawan kebakaran.

“Ada lebih dari 11.000 anggota satgas yang turun ke lapangan untuk memadamkan api, diantaranya 1.521 anggota Satgas Karhutla, 2.300 anggota TNI, 700-an anggota kepolisian dan BPBD Sumsel. Bahkan warga dan perusahaan setempat sangat membantu memadamkan kebakaran,” ucapnya. []

Baca juga:

Berita terkait
Pemburu Landak yang Sebabkan Kebakaran Hutan, Ditangkap
Dua orang pemburu landak ditangkap polisi lantaran aktifitasnya melakukan perburuan diduga menyebabkan kebakaran hutan di Tegal.
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Reda Berkat Hujan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sudah mulai berkurang.
Kebakaran Hutan dan Lahan Mengacaukan Sumatera Utara
Kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan berimbas mengacaukan penerbangan, pertanian hingga kesehatan warga Sumatera Utara.
0
Karnaval Busana Serba Hitam Bulukumba Raih MURI
Karnaval ribuan orang memakai pakian serba hitam di Kabupaten Bulukumba meraih rekor MURI.