UNTUK INDONESIA
Warga Diminta Bijak Bersosial Media di Pilkada 2020
Masyarakat diminta bijak mengekpresikan demokrasi melalui media sosial agar tidak berurusan dengan hukum.
Ilustrasi media sosial (Foto: Antara)

Padang - Keberadaan media sosial (medsos) yang berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir membuat masyarakat bebas berekspresi dan mengutarakan pendapat atas nama demokrasi. Jika tidak hati-hati, postingan bisa menyeret si pembuat ke dalam penjara.

Jangan pernah menyerang pribadi kandidat lain, itu sangat pantangan.

Masyarakat diminta tetap bijak dalam menggunakan medsos lantaran tak sedikit banyak yang melakukan pelanggaran. Mulai dari penyebaran kabar hoaks hingga ujaran kebencian. Kondisi ini kian tak terbendung, terutama jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

"Sikap bijak yang sulit diukur, karena sebagian dari pengguna medsos itu dilatih dan dikerahkan untuk menyerang lawan. Seperti saat pemilu kemarin, sekarang mereka diam karena promotornya berhenti," kata Master Search Engine Optimization (SEO) Indonesia dan penggiat Cyber Public Relation (PR), Charlie Sianipar, Jumat, 14 Agustus 2020.

Menurutnya, khusus pelaku kampanye digital, mereka harus menjaga etika, jangan sampai tersandung Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Charlie mengingatkan agar mereka menggaungkan program dan keunggulan pasangan calon (paslon) yang mereka kampanyekan di medsos.

"Jangan pernah menyerang pribadi kandidat lain, itu sangat pantangan. Jika ingin melakukan counter, bantahlah opini dengan opini, data dengan data dan sebaiknya tidak menggurui," katanya.

Banyak para pendukung paslon memanfaatkan medsos dengan membuat akun baru dan mempekerjakan sejumlah orang untuk membangun opini masyarakat, Namun narasinya dikemas dengan cara yang salah dan cenderung merusak fikiran serta membuat kekacauan di tengah masyarakat melalui akun bodong.

"Jika seperti itu caranya gampang, laporkan saja beramai-ramai, maka secara otomatis akan diberangus oleh pengelola medsos seperti Facebook dan Twitter. Kedua kanal medsos tersebut tidak suka dengan hal yang berpotensi menimbulkan kekisruhan serta membuat sebuah akun di medsos itu tidaklah semudah dulu lagi," katanya.

Sejumlah faktor yang membuat pesatnya angka penggunaan media sosial dan bisa diakses oleh siapapun dibanding beberapa tahun sebelumnya adalah menjamurnya keberadaan gadget yang murah dan bisa dicicil, bahkan bisa memilikinya tanpa uang muka (DP).

"Smartphone, terutama Android semakin memasyarakat, jaringan internet semakin luas dan cepat serta harga paket data relatif terjangkau, itu secara keseluruhan di Indonesia, tidak hanya untuk satu wilayah saja seperti di Sumatera Barat (Sumbar)," tuturnya. []

Berita terkait
Santri Jepara Harus Paham Etika Dalam Bermedsos
Bermedia sosial harus beretika, sebab mesdos (media sosial) sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Masa Pilgub, ASN Diminta Cerdas Bermedsos
Arif menjelaskan, media sosial sekarang ini, merupakan alat mobilisasi paling ampuh untuk meningkatkan kesadaran sekaligus merencanakan gerakan masa.
Kesehatan Digital untuk Durasi Bermedsos yang Sehat
Dalam kurun waktu tujuh tahun belakangan ini durasi pemakaian medsos meningkat 60 persen, padahal ada risiko terhadap kesehatan fisik dan mental
0
Warga Diminta Bijak Bersosial Media di Pilkada 2020
Masyarakat diminta bijak mengekpresikan demokrasi melalui media sosial agar tidak berurusan dengan hukum.