UNTUK INDONESIA

Jakarta - Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960 ini, kembali menuai kontroversi. Kali ini, ia menjadi perbincangan publik, setelah mendapat penolakan atas kegiatan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, di Surabaya pada Senin, 28 September 2020. Sebelumnya, ia juga sempat melontarkan pernyataan bahwa pencopotan dirinya sebagai Panglima TNI pada Desember 2017, memiliki keterkaitan dengan kebijakannya mengeluarkan perintah menonton film G30S/PKI. Berhasil menduduki jabatan Panglima TNI, berikut harta kekayaan Gatot Nurmantyo. Dilansir dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Gatot melaporkan harta kekayaannya pada tahun 2018, ketika akhir masa jabatannya sebagai panglima TNI. Ia memiliki total kekayaan sebesar 26 koma 6 miliar rupiah. Gatot melaporkan harta kekayaannya secara periodik, dan terus mengalami kenaikan. Ketika masih menjabat sebagai Gubernur Akmil pada tahun 2010, harta kekayaan Gatot hanya sekitar 7 koma 1 miliar rupiah. Lima tahun kemudian, ketika mengemban jabatan sebagai Kepala Staf TNI AD, aset yang dilaporkan naik menjadi 13 koma 9 miliar rupiah.