UNTUK INDONESIA

Jakarta - Komisaris Sutiono, seorang polisi, Kepala Satuan Intelijen Keamanan (Kasat Intelkam) di Kepolisian Resort Kota Malang, Jawa Timur. Ia menjadi relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 sejak awal April 2020. Tiada hari baginya tanpa mengurus jenazah covid. Jam berapa pun ia ditelepon untuk mengambil jenazah covid, ia selalu siap. Tidur di makam pun tak soal baginya. Dalam sehari ia bisa menguburkan 8 jenazah, dari tengah malam sampai keesokan harinya. Siang malam tanpa putus-putus. Ia telah menyaksikan pemakaman 98 jenazah covid yang pada umumnya adalah sepi, sunyi, tanpa kehadiran keluarga. 

Sutiono menceritakan ini semua kepada Redaktur Pelaksana Tagar Siti Afifiyah akrab disapa Afi dalam perbincangan khusus, Sabtu, 18 Juli 2020. "Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat seluruhnya di Indonesia bahwa covid itu ada. Kalau sudah meninggal itu, susah kami untuk mencari teman dekat, kemudian keluarganya, itu kadang-kadang menjauh seluruhnya. Yang pemimpin ada anak buahnya, hilang semuanya. Makanya itu kadang-kadang kami menjadi sedih, betul-betul sedih kalau sudah melihat seperti itu. Jadi kami mau memakamkan, mau menidurkan selamanya itu sering keluar air mata," tutur Sutiono.