UNTUK INDONESIA

Jakarta - Tagarians, video kali ini membahas tentang sejumlah aktivis KAMI atau Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, yang baru ditangkap polisi sebagai tersangka penghasutan terkait demo tolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, yang berakhir ricuh pada 8 Oktober 2020.

Sebelumnya, Deklarator Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo, gagal menemui Kapolri Jenderal Pol Idham Azis di Mabes Polri Jakarta, terkait upaya pembebasan para aktivis KAMI. Saat itu, Gatot datang bersama petinggi KAMI lainnya, yaitu Din Syamsuddin, Rocky Gerung, Ahmad Yani, dan Prof Rochmat Wahab. Mereka juga ditolak untuk menengok para aktivisnya yang sedang ditahan di Rutan Bareskrim, karena tidak sesuai jadwal besuk.

Gatot Nurmantyo mengakui bahwa KAMI memang gerakan kekuasaan, namun bertujuan untuk mewujudkan cita-cita rakyat, dan KAMI juga berusaha menjadikan Indonesia meraih kejayaan, untuk menyejahterakan rakyat. Untuk membahasnya lebih lanjut, Cory Olivia Host Tagar TV melakukan wawancara zoom bersama Pengamat Politik, Stanislaus Riyanta, pada hari Jumat, 16 Oktober 2020.

Dalam wawancara itu, Stanis mengatakan bahwa KAMI cukup menyita perhatian publik padahal baru dua bulan terbentuk, apalagi setelah ada penangkapan dari Polri terkait demo penolakan Omnibus Law. Hal ini menunjukan bahwa KAMI memang kelompok politis, walaupun bukan partai politik. Selain itu juga beberapa kali tercuat narasi bahwa Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin ingin menjadi presiden. Simak penjelasan Stanislaus Riyanta selengkapnya di Tagar TV.

#OmnibusLaw #GatotNurmantyo # DinSyamsuddin