UNTUK INDONESIA

Jakarta, Tagar TV - Kapolri Jenderal Idham Azis telah mencopot tiga jenderal polisi atas kasus pelarian buron kasus Bank Bali Djoko Tjandra. Dalam surat telegram Kapolri, ketiga jenderal yang sudah dicopot diantaranya adalah Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dari Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri menjadi Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri, Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo dari Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) menjadi Perwira Tinggi Pelayanan Markas (Yanma) Polri, serta Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wiwoho dari Sekretaris National Central Bureaus (NCB) Interpol Indonesia menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.  

Namun menurut Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati lewat wawancara zoom bersama Redaktur Khusus Tagar, Yossy Girsang bahwa kasus Djoko Tjandra penting sekali untuk membuka kasus mafia peradilan hukum di Indonesia, dan oleh karena itu menghukum Aparat Penegak Hukum (Polisi) yang terlibat dengan hukuman disiplin saja sebetulnya merupakan upaya untuk menutupi hal tersebut, bukan upaya untuk membongkar. Afinawati juga menyatakan bahwa situasi penegakan hukum saat ini memang disetting agar kasus-kasus yang seperti ini tidak akan kemana-mana, tidak akan pergi terlalu jauh daripada aktor-aktor lapangan atau aktor yang sudah terlihat dengan kasat mata.