UNTUK INDONESIA

Jakarta - Tagarians, dalam video kali ini Cory Olivia membacakan ulasan pilihan redaktur Tagar, tentang Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un.

Pada Sabtu 10 Oktober 2020, terjadi peristiwa langka. Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menangis dalam pidatonya di acara peringatan 75 tahun Partai Buruh Korea. Dia mendedikasikan banyak bagian pidatonya, untuk menyampaikan pesan simpati kepada rakyat Korea Utara. Pakar menyebut, pidato itu bukan rektorika biasa. Diketahui, Kim Jong-un memang tengah berusaha memimpin negaranya keluar dari tiga krisis yang sangat berat, yaitu sanksi internasional, pandemi Covid-19, dan bencana alam. Dirinya pun meminta maaf bahwa dia tidak bisa memperbaiki kehidupan rakyat secara signifikan, meskipun dia didukung penuh oleh rakyat.

Sebelumnya, Kim Jong-un sempat dikabarkan meninggal dunia, dan rumor itu langsung membuat heboh. Sang diktator berjulukan Rocket Man tersebut, memang kerap diselimuti berbagai misteri. Namun, garis keturunan keluarga Kim Jong-un sangat jelas. Pria kelahiran 8 Januari 1984 itu adalah putra ketiga dan termuda, yang mewarisi tahta pemimpin tertinggi Korea Utara dari ayahnya, Kim Jong-il, yang telah meninggal pada Desember 2011.

Di bawah kepemimpinannya, selain melaksanakan beberapa reformasi ekonomi dan pertanian, Kim Jong-un juga diketahui melanggar hak asasi manusia dan penindasan brutal terhadap oposisi, seperti, membunuh para pembangkang pemerintahan, melaksanakan hukuman mati di muka umum, dan menjebloskan orang-orang ke kamp penjara politik. Di dunia internasional, sepak terjang Kim Jong-un juga tidak kalah kontroversial, seperti beberapa kali melakukan uji coba nuklir dan pengembangan teknologi rudal penghacur massal. Simak selengkapnya di Tagar TV.

#KimJongUn #RocketMan #KoreaUtara