UNTUK INDONESIA
Tujuh Pengacara yang Disewa RS Kasus Penipuan Abdya
Karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Blangpidie berinisial RS terduga penipuan menyewa tujuh pengacara untuk membelanya dalam kasus ini.
Polres Abdya menghadirkan RS bersama seluruh barang bukti dalam jumpa pers di Mapolres setempat, Selasa, 7 Juli 2020. (Foto: Tagar/Syamsurizal)

Aceh Barat Daya – Bekas karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Blangpidie berinisial RS terduga penipuan, pengelapan dan tindak Pidana Perbankan menyewa tujuh pengacara dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang berkantor di Banda Aceh Provinsi Aceh.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Syahrul Rizal mengatakan, pada tanggal 13 Juli 2020 bertempat di Mapolres Kabupaten Aceh Barat Daya RS, terduga kasus penipuan, pengelapan dan tindak Pidana Perbankan sudah menandatangani surat kuasa.

“Kami telah diminta oleh RS untuk menjadi kuasa hukum dalam menghadapi kasus ini,” Syahrul Rizal dalam keterangan yang diterima Tagar, Jumat, 16 Juli 2020.

Lanjutnya, tim kuasa hukum RS dalam menghadapi kasus ini selain diisi olehnya juga diisi oleh Najmuddin, Indah Widyanes Reflin, Shidqi Ilyasin, Hendra, Ikhsan Fajri dan Deri Sudarma. Timnya ini akan mendampingi RS untuk membela hak-hak hukumnya selaku tersangka dalam kasus ini.

Setelah resmi menjadi kuasa hukum RS, tambahnya, tim nantinya akan memberikan keterangan resmi atas nama RS terkait perkembangan kasus yang sedang ditangani oleh pihak Polres Aceh Barat Daya agar tidak ada ketimpangan atau simpang siur dalam pemberitaan.

Kami telah diminta oleh RS untuk menjadi kuasa hukum dalam menghadapi kasus ini.

“Maka dari itu kita minta rekan media langsung mengkonfirmasi ke kami terkait adanya pemberitaan- pemberitaan yang bersinggungan dengan kasus ini maupun terkait hal-hal yang ingin teman-teman media ketahui,” ujarnya.

Syahrul Rizal menambahkan, ada beberapa hal yang mesti diluruskan tentang RS seperti yang selama ini berkembang dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya seperti kabar tentang retaknya hubungan RS dengan suaminya, kabar itu tidak benar.

“Karena sebenarnya hubungan mereka baik-baik saja, jadi kami pikir ini harus diluruskan,” lanjutnya.

Syahrul mengatakan, tidak benar isu tentang RS menyimpan aset sampai puluhan miliar sehingga menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat, karena yang sebenarnya hal itu tidak sesuai fakta dan pihaknya saat ini sedang menunggu hasil penyidikan Polisi.

“Yang seperti ini tentu perlu kami luruskan sehingga tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat,” katanya. []

Baca juga:

Berita terkait
Penginapan di Abdya Rentan Dijadikan Tempat Maksiat
Sejumlah tempat penginapan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh dinilai sangat rentan dijadikan lokasi maksiat.
Honor Panitia Pilkada di Abdya Aceh Naik 70 Persen
Jumlah honor pada pilkada mendatang di kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh naik hingga 70 persen.
Jalan Berlubang di Abdya Aceh Hanya Tambal Sulam
Sejumlah jalan berlubang di Desa Guhang, Kecamatan Blangpdidie Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh kini sudah di perbaiki pemerintah setempat.
0
Tujuh Pengacara yang Disewa RS Kasus Penipuan Abdya
Karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Blangpidie berinisial RS terduga penipuan menyewa tujuh pengacara untuk membelanya dalam kasus ini.