Indonesia
Tour de Singkarak 2019, Empat Daerah Sumbar Absen
Event balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) ke-11 bakal kembali dilaksanakan. Namun ada beberapa daerah di Jambi tidak ikut berpartisipasi. Ini alasannya.
Dokumen Tour de Singkarak 2018. (Foto: Tagar/Riki Chandra)

Padang - Tour de Singkarak (TdS) ke-11 bakal kembali dilaksanakan. Ajang balap sepeda dunia dari Sumatra Barat (Sumbar) ini akan ditabuh awal November 2019 mendatang.

"Jadwalnya tanggal 2 sampai 10 November 2019. Grand starnya di Kota Pariaman dan grand finishnya di Kota Padang," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian, Minggu 15 Juli 2019.

Namun, terdapat empat daerah yang akan absen dalam perhelatan akbar balap sepeda internasional tersebut.

Empat diantaranya masing-masing, Kota Solok, Kabupaten Sijunjung, Padang Pariaman, Pasaman Barat.

"Kalau Mentawai memang tiap tahun tidak ikut. Ini karena faktor geografisnya," katanya.

Kendati demikian, pelaksanaan TdS kali ini tetap semakin menarik. Sebab, Kabupaten Sungai Penuh dan Kerinci di Provinsi Jambi bakal terlibat dalam ajang balap sepeda ini. Dua daerah tersebut sangat antusias bergabung di TdS.

"Lima daerah kita tidak ikut. Tapi dua daerah di Jambi sangat antusias. Ini menjadikan TdS kian menarik," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang menjadi penanggungjawab pelaksanaan TdS 2019.

Nasrul Abit mengaku memahami mundurnya empat daerah dari pelaksanaan TdS. Hal tersebut tidak terlepas dari persoalan anggaran daerah. Kota Solok misalnya yang baru saja menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi dan juga alasan-alasan daerah lain.

"Sijunjung awalnya tidak mau, lalu ingin ikut. Tapi sayangnya sudah terlambat. Mudah-mudahan tahun depan ikut lagi," katanya.

Untuk menyukseskan perhelatan TdS 2019 ini, Pemprov Sumbar telah menyediakan anggaran sebesar Rp 8 miliar yang berasal dari APBD Sumbar. Sedangkan untuk hadiah bagi pebalap disediakan sebesar Rp 2,3 miliar.

Anggaran TdS juga disupport kabupaten dan kota yang terlibat. Namun, jumlah besarannya berbeda-beda. Tergantung kebutuhan daerah masing-masing.

"Ada juga bantuan kementerian, tapi kita belum tahu berapa jumlahnya," katanya. []

Artikel lainnya:

Berita terkait
0
UAS Diduga Hina Kristen, Berikut Transkrip Lengkapnya
Berikut isi pernyataan UAS yang viral menyatakan salib dan patung jin kafir. Video tersebut telah dilaporkan ormas Brigade Meo.