Makassar, (Tagar 16/3/2019) - Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Didin Fakharuddin (20), melakukan aksi unik.

Dia jalan kaki sejauh 300 km demi menolak predikat Indonesia negara paling malas berjalan kaki di seluruh dunia. Riset dari para ilmuwan di Stanford University di Amerika Serikat itu menyebutkan rata-rata orang Indonesia hanya berjalan 3.513 langkah setiap hari.

Mahasiswa semester 6 itu berjalan kaki dari kampungnya, Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman menuju Kota Makassar.

Berbekal uang saku Rp 20 ribu, mie instan dan air mineral, Didin memulai perjalanannya sejak 26 Februari 2019. Dalam perjalanannya sejumlah warga menganggap protesnya itu sudah tidak seusai dengan zamannya.

"Banyak yang tidak terima dengan aksi saya lakukan. Karna dia berpikir ini sudah bukan zamannya lagi untuk jalan kaki," ujarnya kepada Tagar News, Jumat (15/3) malam.

Namun, Didin tetap membulatkan tekadnya, sepanjang perjalanan dia hanya singgah 20 menit untuk beristirahat, sekedar melepas dahaga dan mereggang otot-otot kakinya. Berjalan ratusan km, dia melewati 6 Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan.

Perjalanan ini sekaligus bentuk merasakan perjuangan orangtuanya zaman dahulu ketika menutut pendidikan tanpa menggunakan alat transportasi umum.

"Ingin merasakan perjuangan orangtua saya dalam menuntut pendidikan dengan jalan kaki, walaupun zamannya sudah beda. Pendidikan saya tidak boleh terhambat gara-gara tidak punya kendaraan," lanjutnya.

Selama perjalanan, Didin yang membelitkan bendera Merah Putih di perbekalannya sempat bermalam di rumah warga. Pertama di Kota Parepare, kemudian di Kabupaten Pangkep.

Aksi Didin mendapat tanggapan dari kampusnya. Rektor UIN Alauddin Makassar, Wakil Rektor 3, Ibu Wakil Dekan 3 Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengaku salut atas apa yang dilakukan Didin.

"Kalau dari kampus beliau apresiasi dengan apa yang saya lakukan karna semangat juang saya tinggi dalam menuntut ilmu," terang Didin.

Di akhir percakapan dengan Tagar News, Didin berpesan kepada seluruh pemuda agar giat menempuh pendidikan meski banyak rintangan menghadang.

"Jangan jadikan alasan utama tidak mempunyai kendaraan sehingga tidak mau melanjutkan pendidikan apa lagi kita sudah ketahui bahwa ketika kita sering jalan kaki kalori yang ada pada tubuh itu bisa berkurang," pungkasnya.