UNTUK INDONESIA
Tolak Desain Lawan Kotak Kosong, Bobby Diapresiasi
Bobby Nasution dinilai sedang menciptakan iklim demokrasi yang sehat dalam pilkada, karena tidak sepakat desain melawan kotak kosong.
Bobby Nasution menandatangani berita acara dukungan dari Partai Gerindra untuk Pilkada Medan. (Foto: Tagar/Tim Media Bobby Nasution).

Medan - Bakal calon Wali Kota Medan Bobby Nasution dinilai sedang menciptakan iklim demokrasi yang sehat dalam gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Medan, yang akan berlangsung secara serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

Hal itu menyikapi pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu yang mengatakan, Bobby Nasution tidak sepakat melawan kotak kosong di Pilkada Medan. Karena dinilai tidak bagus untuk proses demokrasi.

Akademisi dari Universitas Medan Area, Ara Auza, berpendapat, pesan pro demokrasi dari Bobby Nasution, dan siap melawan kandidat lain patut diapresiasi.

Hal itu dapat disebut juga sebagai komitmen Bobby Nasution terhadap terjaganya kualitas demokrasi yang harus diikuti dengan perilaku dan tim kampanye.

"Apa yang disampaikan Gus Irawan Pasaribu itu adalah dialog antara dirinya dengan Bobby Nasution. Kebenaran percakapan itu benar atau tidaknya, kita kan tidak tahu," kata dia, Selasa, 25 Agustus 2020.

Dalam proses komunikasi, kata Ara Auza, ada teori dramaturgi, panggung depan dan panggung belakang.

Sontak saya pun kagum dengan jawaban itu. Hebat sosok anak muda yang satu ini

"Dalam hal ini, kita tidak ditampilkan sosok Bobby Nasution secara langsung, melainkan melalui kutipan pernyataan dari orang dalam hal ini Gus Irawan Pasaribu," ungkapnya.

Ara AuzaSekretaris Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area, Ara Auza. (Foto: Tagar/Istimewa)

Meski begitu, Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi UMA ini, berkaitan dengan pernyataan Gus Irawan mengenai Bobby Nasution tentang demokrasi, adalah satu hal yang sah.

"Semoga komitmen Bobby Nasution terhadap terjaganya kualitas demokrasi ini, sejalan dengan perilaku dan tim kampanye. Kita juga berharap, ini iklim demokrasi sehat yang bisa dihadirkan Bobby Nasution dan kandidat lain," katanya.

Dengan begitu, kata Ara Auza, tidak perlu terjadi penurunan kualitas demokrasi di Kota Medan.

"Menjaga kebebasan pers, tidak adanya kriminalisasi terhadap individu di media sosial, politik uang, dan pengerahan ASN untuk mendukung pasangan tertentu. Mengenai demokrasi, merupakan hal yang ditawarkan Bobby Nasution kepada masyarakat Kota Medan, untuk berkomitmen menjaga kualitas demokrasi di Kota Medan," ujarnya.

Ara Auza mengaku jarang melihat ekspos pernyataan atau performa Bobby Nasution secara langsung.

"Lebih banyak melalui kutipan orang lain. Dan ini yang menurut saya harus diselesaikan oleh tim nya Bobby Nasution," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan, dalam satu kesempatan dirinya memanggil Bobby Nasution dan calon kepala daerah lain di Sumut, untuk mengetahui visi misi dan keseriusan calon kandidat dalam mengikuti pilkada.

Setelah Bobby Nasution menyampaikan visi misinya, Gus Irawan mengaku bertanya kepada Bobby soal kemungkinan by design untuk melawan kotak kosong di Pilkada Medan.

"Spontan Bobby menjawab, apakah hal itu bagus untuk proses berdemokrasi. Sontak saya pun kagum dengan jawaban itu. Hebat sosok anak muda yang satu ini," tutur Gus Irawan di Kantor DPD Gerindra Sumut, Jalan DI Panjaitan Medan, Sabtu, 22 Agustus 2020. []

Berita terkait
Demokrat Pertanyakan Andil Influencer Jokowi
Politisi Partai Demokrat Didik Mukrianto mempertanyakan andil influencer yang dibayar pemerintah Presiden Jokowi. Padahal, rakyat butuh kerja.
4 Paslon Independen Siap Bertarung di Pilkada Sumbar
Empat pasangan calon dari jalur independen di Sumatera Barat siap berlaga di Pilkada 2020.
Rumah Pintar Pemilu, Ketua KPU: Edukasi Demokrasi
Ketua KPU RI, Arief Budiman meresmikan rumah pintar pemilu di Kota Batu yang nantinya akan menjadi wadah edukasi demokrasi bagi warga.
0
Tolak Desain Lawan Kotak Kosong, Bobby Diapresiasi
Bobby Nasution dinilai sedang menciptakan iklim demokrasi yang sehat dalam pilkada, karena tidak sepakat desain melawan kotak kosong.