Indonesia
Tol Padang-Pekanbaru Segera Terwujud
Pembangunan ruas tol Padang-Pekanbaru bakal terwujud. Ganti untung lahan sudah mencapai titik temu.
Presiden RI Jokowi, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Menteri Basuki dan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni saat ground breaking jalan tol Padang-Pekanbaru tahap 1 (Padang-Sicincin). (Foto: Istimewa)

Padang - Pembangunan ruas tol Padang-Pekanbaru, Sumatera Barat (Sumbar) diperkirakan segera terwujud, mengingat ganti untung lahan di jalur yang dilalui pembangunan sudah mencapai titik temu dengan Kementerian PUPR.

Harga tanah ganti untung mencapai Rp 1,3 juta per meter. "Sebelumnya harga per meter berkisar Rp 300 ribu, sekarang mencapai Rp 1 juta bahkan Rp 1,3 juta," kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Minggu 21 Juli 2019 di Padang.

Terkait penggantian tersebut, menurut dia sudah disetujui oleh Kementerian PUPR dan ini merupakan trase terakhir.  "Kementerian sudah setuju, sekarang kami tunggu SK gubernur untuk dilaksanakan pembebasan lahan. Pada dasarnya masyarakat pemilik lahan juga setuju," sambungnya.

Menurutnya, kemajuan luar biasa terjadi dalam proses pembangunan tol Padang-Pekanbaru. Bahkan, Ali Mukhni mengklaim tol dari nol hingga Tarok City telah selesai.

"Ini marwah Sumbar, tol Padang-Pekanbaru jangan sampai gagal karena semua persoalan sudah tuntas," tegasnya.

Dia juga berjanji, dalam waktu dekat akan menyelesaikan pernyataan persetujuan dari pemilik lahan. Mengingat, pernyataan persetujuan dari Ninik Mamak, Kerapatan Adat Nagari (KAN), wali nagari, dan camat sudah didapatkan.

Diketahui, sebelumnya banyak terjadi penolakan dari masyarakat soal ganti untung tanah yang murah, kemudian dilanjutkan dengan protes masyarakat soal trase yang akan berdampak kepada ratusan rumah warga, tanah ulayat dan fasilitas umum.

Bahkan, sejak diresmikan Presiden Jokowi pada 2018 lalu, tol Padang-Pekanbaru belum terlihat progresnya. Hanya pada titik tertentu yang sudah ada kerangka tol yang dibuat Hutama Karya.

Tentu tol ini akan menjadi alternatif mereka untuk berwisata tanpa macet

Sementara itu, pengamat transportasi Universitas Andalas, Yossyafra menilai, pembangunan tol Padang-Pekanbaru ini memiliki sejumlah keuntungan bagi Sumbar dan Pekanbaru.

Di antaranya, sektor pariwisata. Karena pergerakan wisatawan dari Pekanbaru-Padang atau sebaliknya akan lebih cepat dan mudah, sebab waktu tempuh akan berkurang dari biasanya.

"Jika selama ini mereka menghabiskan waktu sekitar tujuh sampai delapan jam ke Padang, dengan adanya tol bisa tiga atau empat jam saja. Tentu tol ini akan menjadi alternatif mereka untuk berwisata tanpa macet," jelas dia.

Selain itu, juga menguntungkan bagi distributor pasokan dari Sumbar yang bersifat sensitif, seperti ikan, sayuran, dan produk pertanian lainnya.

Dengan jarak tempuh cepat tersebut, juga membantu menjaga kondisi pasokan hingga ke tujuan. Sehingga distribusi yang cepat juga bisa mendongkrak perekonomian, terutama bagi pelaku usaha.

Dampak positif lainnya, mengurangi kemacetan di jalur non tol seperti yang selama ini terjadi di beberapa titik menuju Bukittinggi. Kehadiran tol menurut dia, menjadi alternatif pilihan bagi pengendara.

Di sisi lain, pembangunan tol akan berdampak pada pelaku usaha rumah makan dan souvenir yang berjualan di pinggir jalan non tol. Sebab penurunan kendaraan yang lewat akan berpengaruh kepada omzet mereka.

Namun persoalan tersebut bisa dicarikan solusinya, salah satunya dengan mengatur jarak rest area di tol Padang-Pekanbaru serta memberikan peluang pedagang kecil berjualan di rest area tersebut.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Disuruh Suami, PNS Medan Selundupkan Sabu Dalam BH
Kecintaan kepada suami, membuat seorang PNS di RS Pirngadi Medan Sri Erita Mulyanti alias Upik melakukan perintah suaminya, Dedy Supriyono.