Pekalongan, (Tagar 26/11/2017) - Musik tak mengenal usia, juga strata atau kasta. Musik bisa dinikmati oleh berbagai usia mulai balita, remaja, abg hingga dewasa. Mengenal dan belajar musik juga bisa diperoleh dengan berbagai macam cara.

Salah satunya untuk bisa bermain musik adalah dengan berlatih dan belajar bersama. Seperti yang dilakukan oleh puluhan anak di kota Pekalongan Jawa Tengah ini.

Anak anak dari berbagai latar usia dan pendidikan, berlatih memainkan alat musik di Omah Moesik Pekalongan.

Guna meningkatkan kualitas permainan, anak - anak omah Moesik ini diuji ketrampilan.

Penguji yang didatangkan adalah seorang musisi kawakan, Happy Bayuwardani. Dia adalah musisi dan Pengajar Farabi Jakarta, dan dulu tergabung dalam Pretty Sister era tahun 70-80.

"Saya sangat mengapresiasi anak-anak yang belajar musik sejak dini, anak akan mengenal nada dan bisa mengerti musik. Kualitas anak anak ini bagus, dan mereka bisa memainkan berbagai alat musik," jelas Happy Bayuwardani, Minggu (26/11).

Anak anak ini mempraktekan ilmu selama belajar. Mereka memainkan sejumlah alat, seperti gitar, drum, bas, organ, dan alat musik lainnya.

Meski usia mereka masih anak anak namun kualitas permainannya tak kalah dengan orang dewasa. Mereka terlihat mahir dan menguasai berbagai alat musik.

Citro Utomo alias Cici, pengelola Omah Moesik menyebutkan bahwa kali ini menyelenggarakan ujian siswa untuk kenaikan tingkat.

"Mereka yang menempuh pembelajaran musik di Omah Moesik, diuji ketrampilan secara live, dengan mendatangkan penguji dari Jakarta," jelas Cici.

Penguji sengaja didatangkan adalah musisi jazz cukup ternama, hal ini demi menjaga kualitas hasil lulusan Omah Moesik.

Disebutkan, mereka yang sudah mengenal alat musik dan menguasai permainan akan terus dibina agar semakin mahir dan profesional.

"Setelah belajar dan berlatih bersama di Omah Moesik, mereka biasa terjun ke masyarakat, baik sebagai musisi atau bisa juga untuk menjadi guru musik. Jika tidak, juga bisa untuk bekal tambahan masa depannya," jelas Cici. (yon)