Yogyakarta, (Tagar 16/3/2019) - Tiga nyawa tewas setelah pesta miras oplosan selama tiga hari berturut-turut, sejak Selasa - Kamis (12-14/3). Pada Kamis malam mereka menghembuskan napas terakhir dan dimakamkan pada Jumat (15/3).

Ketiga korban tewas adalah Sugiyahartono dan Kandarwarsono, warga Tegalrejo TR III / 264 RT 22 RW 06 Tegalrejo Yogyakarta; serta Gunawan, warga Dusun Argomulyo, Desa Kemusuk, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.

Selain tiga orang tewas, satu orang masih dirawat intensif di RSUP Sardjito. Dia adalah  Gunawan Haryanto (45) warga Jlagran GT II/267 RT 06 RW 02 Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedong Tengen.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, awalnya pesta miras dilakukan di rumah korban Sugiyahartono. Lalu berpindah-pindah tempat dan berlangsung selama  tiga hari berturut-turut. Tempat berpesta oplosan juga berpindah-pindah. Pesta miras dilakukan bersama belasan orang. Mereka minum secara bergantian.

Kapolsek Tegalrejo Kompol Ardiansyah melalui Kasi Humas Polsek Tegalrejo Aiptu Eko Rian Heriyanto membenarkan tiga orang meninggal yang diduga karena miras oplosan. "Tiga orang meninggal, satu orang masih dirawat di rumah sakit," katanya, Jumat (15/3).

Kepolisian masih menyelidiki kasus ini. "Kasus ditangani Polsek dibantu Polresta Yogyakarta," imbuhnya.

Kakak korban Kandarwarsono, Aris Wibowo mengakui, adiknya meninggal setelah minum oplosan bersama teman-temannya. Usai miras, perut adiknya merasa mual mual. "Saya langsung menghubungi dokter rumah sakit Ludiro Husada untuk datang ke rumah," ujarnya di rumah duka, Jumat (15/3).

Keluarga akhirnya membawa korban ke rumah sakit Ludiro Husada. Pihak rumah sakit merasa tidak sanggup menangani karena keterbatasan alat. Lalu menyarankan keluarga agar korban dibawa ke Rumah Sakit Bethesda. "Sampai di Bethesda pukul 02.30 dan dinyatakan meninggal dunia pukul 05.00," tandas Aris.

Sementara Sri Prihatin, istri korban, mengatakan, suaminya (Gunawan Haryanto) saat ini masih dirawat di RSUP Sardjito. Keluarga sempat memberi korban air minum kelapa muda, harapannya untuk menetralisir rasa sakit. Namun, korban tetap merasakan mual. "Dibawa ke rumah sakit (Ludiro Husada) lalu dirujuk ke (RSUP) Sardjito. Saat ini masih menjalani perawatan," ungkapnya.