UNTUK INDONESIA
Tidak Pro Rakyat PT Garam Diprotes Warga Pemekasan
Warga Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan Madura, memprotes PT Garam karena dinilai tidak pro rakyat kecil.
Garam rakyat ditabur ke tepi jalan oleh warga Desa Pandan, Kecamatan Galis, untuk memblokade jalan sebagai bentuk sikap protes. (Foto: Tagar/Nurus Solehen)

Pamekasan - Warga Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan Madura, memblokade jalan dengan menabur garam rakyat dan membakar ban bekas. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk sikap protes terhadap pelayanan PT. Garam yang di nilai tidak prorakyat.

Pasalnya, warga melakukan aksi demo ke induk cabang PT. Garam yang berada di desa tersebut. Namun warga kecewa karena tidak ditemui Direktur PT. Garam. Saat demo berlangsung, sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi dan warga, karena dari pihak warga memaksa masuk.

Meski ditemui petugas PT. Garam, peserta demo enggan menyampaikan tuntutan. Karena di nilai sia-sia. Mestinya menurut warga, jika PT. Garam beritikad baik terhadap petani garam, pimpinannya akan menemui.

"Kami tidak akan menyampaikan klarifikasi kecuali disampaikan langsung ke Bapak Direktur PT. Garam," kata Slamet salah seorang orator aksi. 

Artikela lainnya: Petani Garam di Jepara Keluhkan Harga Anjlok

Warga mengetahui jika lokasi menuju induk PT. Garam tersebut hanya ada satu jalan, sehingga warga melakukan blokade jalan dengan menabur lima ton garam rakyat sambil membakar ban bekas. Bahkan posko warga yang sebelumnya berada di pinggir jalan, dipindah ke tengah jalan.

Petani garam Achmad Syafii, 43 tahun mengaku berang dengan sikap PT. Garam yang dinilai kurang kooperatif terhadap warga setempat yang notabene berprofesi sebagai petani garam. Menurutnya, ada kebijakan PT. Garam yang hanya menguntungkan pihak luar.

"Kami hanya ingin meminta warga Desa Pandan diperhatikan. Jangan sampai PT. Garam hanya memberi keuntungan terhadap orang luar," kata Achmad Syafii saat ditemui awak media, Jumat 12 Juli 2019.

Menurut Syafii, akses jalan yang sering dilewati tersebut tak pernah diperbaiki. Sehingga banyak jalan yang rusak. Padahal setiap hari jalan tersebut sering dilalui. "Tidak akan kami buka sebelum tuntutan kami dipenuhi," ancamnya.

Artikel lainnya: Petani Garam di Brebes Keluhkan Harga yang Rendah

Tuntutan tersebut, kata Syafii, di antaranya meliputi, petani garam khusus di Desa Pandan diberi kebebasan dalam menyewa lahan, infrastruktur jalan diperbaiki, dan tidak terpengaruh terhadap okum pejabat publik dari luar.

Kepala Devisi Keamanan PT. Garam Sentot Wahyu Hidayat akan menempuh jalur hukum, jika akses jalannya di blokade. Sebab pihaknya sebagai perusahaan negara di lindungi regulasi aturan dalam melaksanakan tugas wewenang. "Akan kami tempuh jalur hukum," singkatnya. []

Berita terkait
0
BaraJP Apresiasi Program Promotif Kimia Farma
Ketua Bidang Mitigasi Bencana dan Kerelawanan Dewan Pengurus Pusat BaraJP dr Relly Reagen mengapresi kebijakan dari PT Kimia Farma Tbk.