UNTUK INDONESIA
Terindikasi Corona, Risma Tolak Viking Sun Sandar
Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta adanya pemeriksaan ulang terhadap seluruh penumpang Viking Sun sebelum sandar.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Rektor Universitas Airlangga Surabaya Prof Mohammad Nasih (kiri) dan Direktur RS Unair, Prof Nasronudin saat jumpa pers di Tropical Disease Center Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Selasa 3 Maret 2020. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Rencana kedatangan kapal pesiar bendera Norwegia, Viking Sun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi perhatian dua kepala daerah yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Jika sebelumnya Risma tak mempermasalahkan jika kapal pesiar Viking Sun sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Tetapi sejak mendapatkan informasi adanya dua penumpang yang terindikasi terjangkit virus corona sikap Risma berubah dengan menolak kapal pesiar Viking Sun sandar di Pelabuhan Tanjung Perak.

Ternyata ada dua yang diperkirakan itu menderita (virus corona), sehingga kemudian kita tunjukkan ke RS Unair (Universitas Airlangga) bahwa itu ada penumpangnya yang suspek

Bahkan Risma melayangkan surat penolakan kapal pesiar Viking Sun sandar di Pelabuhan Tanjung perak Surabaya. Risma mengaku surat tersebut dibuat setelah mendapatkan laporan dari Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, tentang adanya dua penumpang Viking Sun yang terindikasi virus corona.

“Ternyata ada dua yang diperkirakan itu menderita (virus corona), sehingga kemudian kita tunjukkan ke RS Unair (Universitas Airlangga) bahwa itu ada penumpangnya yang suspek,” ujarnya kepada Tagar, Kamis, 5 Maret 2020.

Risma menegaskan pihaknya khawatir jika Viking Sun sandar di Surabaya akan menyebarkan virus Covid-19.

“Sehingga aku kirim surat (elektronik) untuk tidak boleh kapal itu penumpangnya turun di Surabaya. Kami menerima surat (laporan) dari Labuhan Bajo,” ujarnya.

Risma menambahkan penolakan sandarnya Viking Sun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga berdasarkan masukan dari pihak Rumah Sakit Unair dan pakar kesehatan.

“Kami juga dapat masukan dari Universitas Airlangga, RS Unair. Ini karena aku di sini (solo) posisiku, tanda tanganku elektronik. Aku mengajukan penolakan (melalui surat) itu,” ucapnya.

Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku tak mempermasalahkan jika Viking Sun sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hanya saja, Khofifah menginginkan adanya pemeriksaan ulang terhadap seluruh penumpang.

Khofifah mengaku seluruh penumpang kapal pesiar tersebut kesehatannya sudah diperiksa ketika berada di Labuan Bajo, NTT. Hasilnya, mereka semua dinyatakan dalam konsisi sehat.

"Komunikasi saya dengan Gubernur NTT bahwa seluruh penumpang ketika di Labuan Bajo diobservasi sehat," kata Khofifah, di Surabaya, Rabu 4 Maret 2020.

Selain di NTT, penumpang kapal juga sudah diperiksa saat sandar di Pelabuhan Tanjung Emas oleh KKP kelas II Semarang.

"Saya juga bertelpon dengan pak Ganjar. Pak Ganjar memastikan tim dari KKP juga melakukan cecking yang sama," katanya. []

Berita terkait
Cegah Corona, Penumpang Viking Sun Akan Diperiksa
Nantinya penumpang kapal pesiar Viking Sun akan menjalani pemeriksaan kesehatan kembali di Pulau Karangjamuang untuk memastikan bebas corona.
RSSA Malang Bantah Pasien Meninggal karena Corona
Tim dokter RSSA Malang menegaskan berdasarkan hasil uji sampel pasien dipastikan tidak menderita virus corona, tetapi infeksi saluran pernafasan.
Stok Masker di Kota Malang Tersisa di Dua Apotek
Pemkot Malang sudah melakukan sidak di 26 apotek dan hanya menemukan dua apotek masih memiliki persediaan masker.
0
Minta BI Cetak Uang 600 T, PKS: Bukan Permintaan DPR
Anggota Komisi XI dari PKS Ecky Awal menegaskan usulan mencetak uang bukan permintaan resmi dari dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).