UNTUK INDONESIA
Tempat Mandi Tiga Sosok Dewi Kayangan Aceh
Menurut penduduk Aceh Barat Daya, Alue Meujen sempat dijadikan tempat mandi tiga dewi kayangan. Sosok tersebut masih melegenda hingga kini.
Ilustrasi dewi kayangan (foto: zahrashikara.com)

Aceh Barat Daya - Di balik keindahan alam pegunungan dan beningnya aliran sungai di Desa Babah Lueng, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, ternyata tersimpan sepenggal cerita mengenai keberadaan tiga sosok dewi kayangan yang konon katanya bisa terbang dan melenyapkan diri dalam sekejab mata.

Sosok perempuan ini dikisahkan, berkulit putih dan memiliki rupa menawan bak bidadari surga yang jatuh ke bumi. Perempuan ini dalam bahasa Aceh disebut putroe, jika dialihbahasakan memiliki arti putri. 

Tentu banyak yang tidak tahu menahu mengenai legenda tersebut, mungkin hanya segelintir orang saja yang mengetahui cerita rakyat ini. 

Ini bukan rekayasa. Ada cerita misterius di balik nama alue meujen.

Dikisahkan Syahrol, tiga dewi kayangan itu pernah menampakkan diri di alue meujen atau aliran sungai yang mengalir dari Gunung Seupiyoh di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Ketua Pemuda Desa Mata Ie, Kecamatan Blangpidie ini menyambut ramah kedatangan Tagar pada Selasa siang, 2 Oktober 2019. Pria ini kemudian berjalan ke warung kopi desa setempat. Di sana dia mulai menceritakan asal-usul legenda tiga dewi kayangan.

Syahrol menuturkan, dahulu kala ada pasangan suami istri (pasutri) bernama Mansha dan Melue. Mereka menetap tak jauh dari alue meujen. Untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, pasutri yang memiliki satu anak ini hidup bercocok tanam dan menangkap ikan. 

Dia mengaku kenal dengan Mansha. Syahrol mendapat kisah ini langsung dituturkan Mansha dan hingga kini tak tidak ia lupa. 

Meski tinggal terisolir di dalam hutan, Mansha tetap dihormati penduduk lokal. Syahrol biasa memanggilnya Nek, meskipun dia seorang pria tua.

“Saya dengar langsung dari Nek Mansha saat itu. Ini bukan rekayasa. Ada cerita misterius di balik nama alue meujen,” kata Syahrol sembari menyeruput secangkir kopi hitam.

Mansha Menjadi Saksi Mata

Alue MeujeunAlue Meujeun, lokasi mandi tiga dewi kayangan di Aceh Barat Daya. (Foto: Tagar/Syamsurizal).

Nek Mansha, kata dia, dulu pernah menyaksikan tiga dewi kayangan sedang mandi di alue meujen. Saat itu dia hanya bisa berdiri menganga melihat paras cantik tiga wanita berkulit putih itu sedang mandi. 

Mansha melihat ketiga wanita itu mengenakan gaun layaknya dewi kayangan. Namun dia yakin betul, sosok yang dilihatnya dengan mata telanjang bukan manusia, melainkan jelmaan makhluk gaib sebangsa jin yang menyerupai wujud perempuan. Menurut Syahrol, wanita itu dapat melenyapkan diri dalam sekejap.

Jangan coba-coba untuk memperhatikan tiga dewi kayangan, apalagi bergerak mendekat.

“Memang wajahnya cantik. Jika belum pernah melihatnya pasti menyangka manusia. Tapi itu jelmaan makhluk gaib. Dia akan hilang jika diperhatikan lama, apa lagi mencoba mendekatinya,” tutur Syahrol.

Nek Mansha, lanjutnya, bukan hanya sekali dua kali melihat sosok mahluk itu. Suatu waktu, saat akan menangkap ikan, pria tua itu sempat berpapasan dengan dewi kayangan. 

Saat itu dia sedang menyusuri jalan setapak di sekitar alue meujen. Karena sudah mengetahui itu bukan manusia, lantas Mansha lebih memilih bersikap masa bodoh, menghiraukan keberadaan sosok makhluk gaib itu. 

Dalam ingatan Syahrol, Mansha sempat mengutarakan jangan coba-coba untuk memperhatikan tiga dewi kayangan, apalagi bergerak mendekat, karena percuma, mereka bakal menghilang seketika masuk ke dalam semak-semak dan menghilang.

Ditakutkan, apabila ada yang nekat menganggu, bakal ditimpa nasib malang. “Nek Mansha tidak mengubris walau dia sering melihat sosok ini. Dia cuek-cuek saja. Kepada orang-orang, dia hanya berpesan untuk hati-hati, agar tidak terkejut ketika sewaktu-waktu melihat demi kayangan,” ujar Syahrol dengan mimik serius.

Tiga perempuan muda berambut panjang dengan tinggi semampai itu, sering dilihat Mansha mengenakan gaun berbeda-beda dari hitam, hijau dan kuning. 

Parasnya yang amat anggun, tentu akan membuat setiap pria yang melihatnya dibuat mabuk kepayang. Namun, jika ada orang yang berniat menyaksikan langsung, meski sudah menanti seharian di lokasi alue meujen, dijamin tidak akan ditampakkan wajah mulus dewi kayangan. 

Alue Meujeun di AcehAlue Meujeun, lokasi mandi tiga dewi kayangan di Aceh Barat Daya. (Foto: Tagar/Syamsurizal).

“Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihatnya. Kalau sengaja ingin melihat, dijamin tidak akan muncul. Begitulah ceritanya hingga dinamakan alue meujen ” tuturnya sambil mengebulkan asap tembakau.

Pria yang aktif di bidang kepemudaan dan sosial ini menyatakan, Nek Mansha sangat dikenal oleh masyarakat di daerahnya. Menurutnya, Mansha hidup di lereng pegunungan dengan sangat menjaga kelestarian hutan. Tentunya pria ini sudah tidak heran lagi dengan hal-hal mistis di hutan belantara Aceh.

“Nek Mansha meninggal di tanah suci Mekkah, sedangkan istrinya, Nek Melue meninggal beberapa tahun kemudian. Mereka sangat disegani dan dikenal oleh orang daerah ini,” tutur Syahrol.

Potret lokasi alue meujen, kini sudah jauh berbeda dengan dahulu kala. Tempo dulu hanya beberapa orang saja yang bercocok tanam di lereng gunung ini. Kondisi alue meujen saat itu masih dipenuhi semak belukar. Hanya terdapat jalan setapak berukuran 20 centimeter.

Syahrol AcehSyahrol Ketua Pemuda Desa Mata Ie, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya. (Foto: Tagar/Syamsurizal).

“Kalau dulu masih ada jalan setapak, orang tidak banyak yang berkebun. Kalau sekarang motor dan mobil sudah sampai ke lokasi itu, sebab sudah dibuka jalan dan sosok perempuan ini hanya tinggal dalam kisah nama alurnya saja,” tutur Syahrol.

Untuk sampai ke alue meujen Gunung Seupiyoh di Kabupaten Aceh Barat Daya, pengunjung disarankan minimal menggunakan motor trail. Sebab, belum seluruh jalan menuju ke lokasi ini beraspal. Tanjakan tinggi berbatu sangat rentan apabila dilewati motor matic. Sedangkan jika menggunakan kendaraan roda empat, disarankan menggunakan truk atau mobil 4x4. []

Berita terkait
Momok Pengendara Motor di Aceh Adalah Pulau Hantu
Pulau Hantu di Desa Mata Ie, Kemukiman Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, menjadi momok pengendara motor.
Pengalaman Bertemu Hantu di Rumah Kontrakan di Sleman
Beberapa biji salak tergantung di sekitar rumah kontrakan itu di Sleman, menandakan ada makhluk astral berupa anak kecil. Dan memang itu terjadi.
Hantu Aisyah Customer Ojek Online, Siapa Dia?
Kisah hantu Aisyah yang dalam beberapa waktu terakhir viral di media sosial sebagai customer ojek online di Sleman, Yogyakarta.
0
Terkena Flu Burung, Puluhan Ekor Ayam Dimusnahkan
Puluhan ekor ayam di Tegal dimusnakah karena positif terserang virus flue burung