UNTUK INDONESIA
Stadion Camp Nou Bakal Jadi Milik Miliuner Inggris
Stadion Camp Nou milik Barcelona segera berganti nama musim depan. Tawaran pembelian mendapat sambutan dari miliuner Inggris, Alki David.
Stadion Camp Nou milik Barcelona segera berganti nama musim depan. Tawaran pembelian mendapat sambutan dari miliuner Inggris, Alki David. (Foto: thenationale.ae)

Jakarta - Stadion Camp Nou milik Barcelona segera berganti nama di kompetisi musim depan. Tawaran Barca yang hendak menjual hak nama stadion yang nantinya didonasikan membantu membasmi Covid-19 mendapat sambutan dari miliuner Inggris, Alkiviades David. 

Barca membuat gebrakan dalam upaya membantu penanganan pandemi global Covid-19 dengan menjual nama stadion. Kontrak pembelian itu rencananya berdurasi satu tahun. Tawaran yang membuat heboh karena baru pertama kali klub sepak bola melego nama stadion untuk kepentingan kemanusiaan. 

Penjualan nama stadion itu bakal memecahkan rekor mengingat reputasi Barca sebagai salah satu klub terbesar di dunia. Brand klub tersebut sudah mengglobal. Barca juga memiliki fans di seluruh dunia. 

Swissx Camp Nou tampaknya nama yang tepat. Ini pilihan saya saat ini. Barcelona dan Alki David akan membangun kerjasama yang indah

Tak hanya itu, Camp Nou merupakan stadion terbesar di Eropa dengan kapasitas 99 ribu tempat duduk. Hal tersebut jelas menjadi daya tarik bagi para pembeli untuk beramal karena dana yang dikeluarkan untuik kepentingan kemanusiaan sekaligus menampilkan nama mereka di stadion dari klub yang pemain mana pun sangat ingin bergabung. 

Ini yang menjadikan pembelian nama Camp Nou bakal memecahkan rekor. Stadion klub Manchester City, misalnya, memakai nama Etihad karena maskapai itu menjadi sponsor klub. Dengan nama Etihad untuk stadion, City mendapat pemasukan 18 juta poundsterling atau Rp 343 miliar setiap tahun. 

Sedangkan Tottenham Hotspur menargetkan pemasukan 25 juta poundsterling atau Rp 476 miliar dari penjualan stadion yang saat ini bernama Tottenham Hotspur seperti nama klub. Klub lain seperti Juventus dan Bayern Munich pun sudah menjual nama stadion milik mereka.

Barca diperkirakan bisa melepas nama Camp Nou dengan harga 30 juta poundsterling. Bahkan raksasa La Liga Spanyol ini kemungkinan meraih 40 juta poundsterling atau Rp 762 miliar dari penjualan tersebut. 

Klub sesungguhnya memberi waktu 3 pekan bagi siapa pun, perusahaan komersial, lembaga atau pribadi untuk mengajukan penawaran. Namun Barca tak perlu menunggu lama karena tawaran tersebut sudah mendapat banyak respons. 

Miliuner Inggris kelahiran Lagos, Nigeria, Alki David, menjadi salah satu yang tertarik membelinya. David, seorang entreprenuer berdarah Yunani dan merupakan anggota keluarga Leventis yang memiliki kekayaan 1,4 miliar poundsterling atau Rp 26, 6 triliun. 

Keluarga itu menguasai saham perusahaan pembotolan Coca-Cola Hellenic yang tersebar di 28 negara. Perusahaan itu yang memenuhi kebutuhan botol minuman ringan Coca-Cola. Selain itu, bisnis Leventis bergerak di bidang properti dan perkapalan. 

Tidak disebutkan tawaran yang diajukan David. Namun dia optimistis bisa mengalahkan para pesaingnya dalam pembelian nama stadion Barca. 

"Ini kesempatan yang sudah lama saya nantikan. Ini akan menjadi momen bersejarah dalam olahraga dan sangat sesuai dengan rancangan saya saat ini," kata David yang beberapa kali nongol di film maupun serial televisi dan pemilik penyedia televisi berbasis internet, FilmOn seperti dikutip Daily Mail

"Saya sudah melakukan kontak. Dan, saya optimistis akan tercapai kesepakatan," ujarnya. 

Pembelian Nama Stadion Pecahkan Rekor

Menurut David, pembelian hak itu bakal memecahkan rekor. Pasalnya ini berbeda dengan jual beli nama stadion milik City maupun Tottenham. Baik Barca maupun dirinya, seperti dikatakan David, sama-sama berjuang membantu membasmi virus corona.

"Melakukan kesepakatan dengan membeli Camp Nou merupakan cara lain untuk memberikan bantuan. Barcelona sudah berusaha keras melakukannya. Perusahaan saya yang bergerak di bidang medis juga bekerja keras bersama virolog terbaik untuk menciptakan antivirus," ujar David yang merencanakan memilih salah satu dari dua bisnis utamanya, FilmOn dan Swissx, untuk nama Camp Nou.

"Dua perusahaan saya sangat cocok bila diikuti nama Camp Nou karena keduanya juga diasosiasikan dengan olahraga. FilmOnTV memiliki saluruan olahraga 24 jam setiap pekan meski saat ini semua event olahraga terhenti karena lockdown. Sedangkan Swissx merupakan perusahaan medis saya. Kami sudah merancang Swissx Games di Gstaad dan kami juga rencananya memperkenalkan Swissx eFoil Cup di Malibu," tutur dia. 

"Swissx Camp Nou tampaknya nama yang tepat. Ini pilihan saya saat ini. Barcelona dan Alki David akan membangun kerjasama yang indah," kata David yang juga penggemar sepak bola dan pernah hendak memiliki klub Inggris, Coventry City pada 2007. Namun rencana itu gagal di menit-menit terakhir pengambilalihan kepemilikan.  

David optimistis negosiasi pembelian nama stadion ini segera dituntaskan. Namun yang menjadi pertanyaan, kapan nama itu digunakan bila sudah tercapai kesepakatan. 

Pasalnya pemerintah Spanyol masih belum mengizinkan adanya kerumunan massa di tempat terbuka, termasuk stadion karena pandemi Covid-19. Kerjasama ini kemungkinan bisa dilakukan pada kompetisi musim 2021. Saat itu, virus diprediksi sudah hilang dan kehidupan kembali normal. []

Berita terkait
Barca Jual Nama Stadion Camp Nou untuk Galang Dana
Klub Barcelona akan menjual nama Stadion Camp Nou selama satu tahun. Penjualan hak nama stadion untuk menggalang dana melawan Covid-19.
Sumbangan Messi dan Ronaldo Perangi Pandemi Corona
Mega bintang sepak bola dunia Lionel Messi dan Cristiano menyumbang untuk perangi pandemi virus corona (Covid-19) sebesar Rp 17,7 miliar
Lawan Corona Klub-klub Bola Brasil Tawarkan Stadion
Untuk melawan virus corona klub-klub sepak bola Brasil menawarkan stadion mereka untuk tempat merawat pasien corona
0
Transfer Martinez, Barca Beri Penawaran Terakhir
Barcelona menyiapkan penawaran terakhir kepada Inter Milan untuk pembelian striker Lautaro Martinez. Bila ditolak, Barca beralih incar Timo Werner.