UNTUK INDONESIA
Society 5.0, Strategi Jepang Menghadapi Industri 4.0
Perkembangan industri 4.0 hanya akan dapat berhasil jika tatanan sosial manusia menerapkan sistem Society 5.0.
Ilustrasi. (Foto: Pixabay/Gerd Altmann)

Jakarta - Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe belum lama ini mengatakan jika perkembangan industri 4.0 hanya akan dapat berhasil jika tatanan sosial manusia menerapkan sistem Society 5.0.

Kunci dalam Society 5.0 terletak pada pemanfaatan data.

Hal ini ia sampaikan dalam World Economic Forum 2019 di Davos, Swiss belum lama ini. Society 5.0 merupakan pengembangan dari tatanan sosial sebelumnya, yaitu berburu dan berkumpul (Society 1.0), pertanian (Society 2.0), industrialisasi (Society 3.0), dan informasi (Society 4.0).

“Kunci dalam Society 5.0 terletak pada pemanfaatan data, tidak lagi pada sistem modal kapital. Society 5.0 dapat mengurangi kesenjangan antara yang kaya dengan yang kurang beruntung," kata Abe.

Ia juga mengaku sistem ini telah diratifikasi pemerintahannya sejak 2017 lalu dan berdampak masif pada pembangunan Jepang.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Society 5.0.

Definisi dan Tujuan

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Jepang, Society 5.0 adalah sebuah tatanan masyarakat berproses secara kolektif untuk menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang mengintegrasikan ruang dunia maya dan ruang fisik.

Society 5.0 bertujuan agar pembangunan ekonomi dan peradaban berpusat pada manusia itu sendiri sebagai aktor utama dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi (big data).

Aspek-Aspek Society 5.0

Setidaknya ada 6 aspek yang menjadi fokus utama dalam Society 5.0, yaitu mobilitas, perlindungan kesehatan, industri, pertanian dan makanan, pencegahan bencana, dan energi.

1. Mobilitas

Dalam aspek ini, Society 5.0 harus mampu mengakomodasi mobilitas masyarakat yang masif dan cepat secara efektif dan efisien. Ada beberapa langkah untuk mewujudkan tujuan tersebut, yakni membangunan infrastruktur jalan yang memiliki rute jalanan yang sesuai dengan keadaan sosial dan alam seperti kemacetan dan cuaca, membangun alat transportasi yang dapat berjalan secara otonom, integrasi layanan transportasi publik, dan ramah kepada manula serta penyandang disabilitas.

2. Perlindungan Kesehatan

Perlindungan kesehatan masyarakat dalam tatanan Society 5.0 mengacu pada pemanfaatan teknologi robot untuk membantu pemeliharaan kesehatan, pemanfaatan teknologi untuk memeriksa kesehatan secara real-time, pemanfaatan big data dalam layanan medis.

3. Pertanian dan Makanan

Pemerintah Jepang mengaku tetap mengembangkan kawasan pertanian mereka untuk memasok makanan bagi masyarakatnya. Pemanfaatan teknologi dan data akan membantu petani dalam menentukan jadwal tanam dan panen, penggunaan alat pertanian ramah lingkungan, dan pembangunan infrastruktur yang mempermudah distribusi hasil pertanian.

Sementara itu di sisi penyediaan makanan, Pemerintah Jepang telah menyiapkan sistem terpadu yang dapat mengurangi limbah bekas makanan, pemasaran makanan yang efektif, dan memberikan prioritas untuk pemasaran makanan sehat.

4. Industri

Pembangunan sistem industri yang efektif menjadi kunci Jepang dalam menghadapi industri 4.0. Beberapa langkah yang diambil pemerintahnya adalah perencanaan dan manajemen produksi, pengunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam koordinasi antar lini industri, dan sistem terpadu yang terbuka sehingga harga barang jual industri tidak mahal dan membebani masyarakat.

5. Pencegahan Bencana

Sebagai negara yang rawan bencana, Jepang menerapkan kemajuan teknologi dalam manajemen risiko bencana sehingga dapat menekan angka korban jiwa atau korban terdampak bencana.

Pemerintah Jepang melakukan beberapa cara dalam melakukan pencegahan bencana, yakni integrasi informasi bencana dari pemerintah kepada masyarakat melalui smartphone, menggunakan robot dalam membantu proses evakuasi dan pencarian korban, serta pemanfaatan drone dalam mengirimkan logistik dan bantuan kepada masyarakat di kamp-kamp pengungsian.

6. Energi

Bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang tahun 2011 lalu menimbulkan kerusakan pada reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir mereka di perfektur Fukushima Daiichi. Hal ini menjadi bahan evaluasi Jepang dalam membangun reaktor pembangkit listrik yang lebih aman dan tahan dengan bencana.

Pemerintah Jepang melakukan pendataan penduduk untuk memetakan kebutuhan energi, penghematan energi melalui optimalisasi pasokan listrik berdasarkan kebutuhan, dan pemanfaatan energi listrik dan hidrogen untuk kendaraan bermotor. []

Berita terkait
Selain Jepang, Ini Negara yang Diserang Gelombang Panas
Jepang bukan satu-satunya negara yang merasakan gelombang panas, karena lima negara lain juga mendapat serangan gelombang panas.
Tren Desain Rumah Bergaya Jepang-Scandinavia
Tren desain interior rumah sekarang ini mengarah konsep perpaduan antara gaya Jepang dan Scandinavia. Tren ini menjadi primadona.
Luhut-Shinzo Abe Bahas Kelanjutan Mobil Listrik
Luhut-Shinzo Abe bahas kelanjutan mobil listrik. Dengan kerjasama ini, diharapkan Indonesia tidak akan ketinggalan tren teknologi mobil listrik.
0
Semarang-Demak Perluas Jaringan Tol Trans Jawa
Pembangunan jalan tol dan tanggul Semarang-Demak diproyeksikan dimulai pada akhir 2019 ini dan selesai tahun 2022 mendatang.