Sinergi untuk Tanggulangi Pandemi Covid-19 di Provinsi Aceh

Kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi di Provinsi Aceh pada tujuh hari terakhir perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak
Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito (tengah) dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di wilayah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, 28 Agustus 2021 (Foto: bnpb.go.id - Komunikasi Kebencanaan BNPB/Theophilus Yanuarto)

Banda Aceh – Kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi di Provinsi Aceh pada tujuh hari terakhir perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Sinergi berbagai elemen sangat dibutuhkan untuk pengendalian pandemi di wilayah ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, DR Safrizal ZA, MSi, saat melakukan rapat koordinasi yang melibatkan Kepala BNPB dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, kabupaten dan kota di wilayah Aceh.

Menurut Safrizal, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam pengendalian Covid-19. Sinergi berbagai elemen menjadi kekuatan dalam mengakhiri pandemi. Langkah tersebut perlu melibatkan kepala daerah, forkopimda, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, para camat, lurah maupun pemimpin di tingkat RW dan RT.

razia lhoseumawe1Petugas gabungan yang merazia sejumlah café, wakung kopi (warkop) dan pusat hiburan di Kota Lhokseumawe, Aceh, melakukan swab test antigen terhadap pengelola dan pengunjung, 15 Juni 2021 (Foto: Tagar/Kodim 0103/Aceh Utara)

Safrizal mencontohkan dengan pelibatan organisasi masyarakat atau LSM, kampus maupun pesantren dalam pembagian masker. Ia mempraktekkan hal tersebut di Jawa Timur sehingga tumbuh kekompakan.

"Saya lihat dari semua daerah yang berhasil mengendalikan Covid-19 dengan empat indikator tadi karena sinergi dan konsistensi," ujar Safrizal pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, 28 Agustus 2021.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito, SE, MM, dalam penanganan pandemi Covid-19. Jenderal bintang tiga yang sekaligus menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19

Ganip selalu mendorong adanya keterlibatan pentaheliks berbasis komunitas, yang terdiri dari pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media massa. Ia mengatakan, dunia usaha dapat berperan dalam mendukung dan menggalang sumber daya untuk percepatan penanganan Covid-19.

"Masyarakat, baik dalam lingkup individu atau keluarga sangat berperan dalam penguatan perubahan perilaku," tambahnya.

Dari sisi media massa, heliks ini dapat berperan dalam mengedukasi, melakukan sosialisasi, menyebarkan informasi dan menangkal berita palsu atau hoaks yang beredar terkait Covid-19. Sedangkan dari akademisi, mereka dengan latar belakang keilmuan mampu berkontribusi dalam memberikan rekomendasi alternatif solusi sehingga penanganan dapat berjalan lebih efektif.

vaksinasi lhokseumase2Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro (tengah), Kepala Rumah Sakit Kesrem TK IV IM.07.01 Lhokseumawe, Mayor Ckm dr Arief Puguh (kanan), Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar (kiri), menyaksikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada petugas kesehatan di Rumah Sakit Kesrem TK IV IM.07.01 Lhokseumawe, Aceh (Foto: Tagar/Dok/Dinkes Lhokseumawe)

Kolaborasi dan sinergi berbagai heliks ini merupakan salah satu strategi yang sudah dilakukan Satgas dalam pengendalian pandemi Covid-19. Strategi lain yang saat ini terus diterapkan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional antara lain pembatasan mobilitas, interkoneksi pusat-daerah, perubahan perilaku dan penguatan prokes.

Sementara itu, melihat kondisi positivity rate dalam 7 hari terakhir menunjukkan kenaikan angka 41,9 atau tertinggi nomor satu se-Indonesia. Sedangkan dilihat dari angka kematian, kondisi di Aceh per 10.000 penduduk per minggu menunjukkan angka 2,5 atau nomor 15 se-Indonesia. Hal tersebut menjadi perhatian Presiden Joko Widodo yang ditindaklanjuti dengan dukungan Satgas Nasional dengan bantuan masker dan mesin PCR. Bantuan masker ini diharapkan dapat membantu dalam edukasi dan sosialisasi di tengah masyarakat, khususnya perubahan perilaku dalam prokes. Sedangkan mesin PCR diharapkan dapat menambah kapasitas testing sehingga upaya pelacakan lebih lanjut dapat segera dilakukan.

Saat berkunjung ke Aceh, Kepala BNPB memberikan bantuan 1,5 juta masker dan 2 mesin PCR. Dua mesin PCR ini akan diperbantukan untuk testing di Kabupaten Aceh Besar dan tim medis yang dikelola oleh Kodam Iskandar Muda. Selain pemberian bantuan, Kepala BNPB dan Dirjen Administrasi Kewilayahan Kemendagri memberikan arahan kepada Forkopimda provinsi, kabupaten dan kota di wilayah Aceh (bnpb.go.id). []


Jubir Covid-19 Aceh Optimis Corona Segera Berakhir

Aceh Masih Bertahan di Zona Oranye Virus Corona

Pasien Sembuh Covid-19 Aceh 7.424 Orang, 342 Meninggal Dunia

Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Aceh Tenggara

Berita terkait
Seorang Wanita Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Banda Aceh
Seorang wanita terkonfirmasi positif Covid-19 saat menghadiri peringatan MoU Helsinki ke-16 di Banda Aceh
0
Sinergi untuk Tanggulangi Pandemi Covid-19 di Provinsi Aceh
Kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi di Provinsi Aceh pada tujuh hari terakhir perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak