Indonesia
Siaga Sidang PHPU, Polda Jatim Kerahkan 6331 Personel
Jelang sidang Perselihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Polda Jatim siaga penuh.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, saat apel Konsolidasi Operasi Ketupat 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan selisih hasil pemilu (PHPU) di Mapolda Jatim, Kamis 13 Juni 2109. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) siaga pengamanan jelang sidang Perselihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk menjamin Khamtibmas, Polda Jatim mengerahkan sebanyak 6.331 personel kepolisian dan dibantu 2.980 personel TNI. 

Hal itu ditunjukkan dengan Apel Konsolidasi Operasi Ketupat 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan  selisih hasil pemilu PHPU di Mapolda Jatim, Kamis 13 Juni 2109.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan pasca pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2019 juga bertujuan untuk pengecekan kesiapan pengamanan yang akan dilaksanakan Polda Jatim dan seluruh jajaran yg didukung oleh seluruh stakeholder dalam rangka menghadapi sidang PHPU dimana tahapannya dimulai pada 14-28 Juni nanti.

Hal ini penting karena perkembangan situasi khamtibmas pasca pengumuman hasil pemilu cukup tinggi, bukan hanya di Jakarta saja, namun berimbas pada provinsi lainnya termasuk di Jatim.

Berita terkait: PKS Borong Kursi DPRD Tingkat II Jawa Timur

"Sebagaimana kita tahu bersama terdapat kasus-kasus yang menjadi atensi dan berakibat kontinjensi yaitu pasca pemilu 2019 yang telah terjadi di Jatim seperti kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, kata Luki, Jatim menjadi salah satu target untuk menciptakan gangguan Khamtibmas yang berujung pada kontinjensi oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab dan menginginkan adanya ketidaks tabilan Khamtibmas pasca Pemilu 2019.

"Oleh karena itu, keseriusan semua pihak yang berkompeten dengan meningkatkan sinergitas antara instansi  terkait untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah Jatim selama proses persidangan PHPU berlangsung," tegasnya.

Giat sasaran pengamanan adalah kantor KPU, Bawaslu, gudang logistik, dan obkjek vital yang ada di Jatim dengan melaksanakan kegiatan preventif, dan represif yang didukung oleh kegiatan intelejen.

Ia pun meminta kepada seluruh personel untuk selalu waspada pada upaya sejumlah pihak yang ingin mengganggu pelaksanaan sidang PHPU di wilayah Jatim.

Berita terkait: Polda Jatim Kembali Menangkap Tiga Pelaku Pembakaran

"Melaksanakan pengamanan dengan penuh kesiapsiagaan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Untuk itu saya sampaikan beberapa hal agar dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh personel," kata dia.

Beberapa perintah Polda Jatim yakni melaksanakan deteksi dini dan deteksi aksi terhadap seluruh gangguan Khamtibmas yang dapat menimbulkam ancaman selama proses sidang PHPU berlangsung, khususnya di wilayah jatim.

"Melaksanakan mapping dan monitoring terhadap kelompok yang di indikasi dapat mengganggu jalannya sidang PHPU dan lakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak menciptakan gangguan Khamtibmas," pesannya.

Berita terkait: Polda Jatim Imbau DPO Pembakaran Polsek Menyerah

"Laksanakan sinergitas dengan instansi terkait TNI, tokoh politik, agama, pemuda, LSM, dan tokoh komponen masyarakat lainnya scara terpadu dlm menciptakan keamanan serta ketertiban ditengah-tengah masyarakat," sambungnya lagi.

Ia pun menyampaikan agar personel yang bertugas menjunjung profesionalisme dan proporsionalitas serta memegang penuh komitmen, netralitas tanpa memihak golongan tertentu.

"Lakukan penegakkan hukum secara tegas namun tetap humanis dan selalu menjunjung tinggi HAM dalam menghadapi situasi kontinjensi agar bertindak secara responsif, cepat, efektif dan tegas sesuai dengan protap yg ditentukan,"pungkasnya. []

Berita terkait: Polda Buru 21 Pelaku Pembakaran Polsek Tambelangan

Berita terkait
0
Romo Benny Sikapi Ceramah Ustaz Abdul Somad
Rohaniwan Katolik Antonius Benny Susetyo Sikapi Polemik Ustaz Abdul Somad