Padang - Penetapan tambang batu bara Ombilin Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia Unesco diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan Sumatera Barat (Sumbar).

"Tentu sangat berpengaruh. Ini pengakuan dunia internasional. Pastinya akan banyak orang luar negeri tertariknya nantinya ke Sawahlunto," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian, Selasa 9 Juli 2019.

Menurut Oni, kunjungan nantinya tidak saja kalangan masyarakat umum. Namun, para ilmuwan, dan pelajar diyakini turut ingin melihat atau bahkan melakukan penelitian di bekas tambang batu bara itu.

"Dengan adanya penetapan ini, target kunjungan wisatawan Sumbar 2019 pasti tercapai. Sesuai RPJM target kunjungan kita 57.087 orang wisatawan mancanegara dan 8.476.724 orang wisatawan nusantara. Saya yakin tercapai," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, penetapan warisan dunia ini juga memacu semangat untuk melengkapi berbagai infrastruktur di Sawahlunto. "Pengunjung butuh fasilitas. Itu juga kita siapkan segera," katanya.

Ini akan menjadi destinasi wisata baru. Jadi semuanya harus kita siapkan seperti hotel, restoran, jalan dan juga acara budaya

Salah satu yang akan dibangun secepat mungkin adalah hotel berbintang dengan kapasitas 120 kamar. Nantinya, hotel tersebut dibangun di kawasan kantor PT Batu Bara Ombilin Sawahlunto.

"Tidak akan mengubah tampilan luar bangunan PT Batu Bara. Tahun ini mulai dibangun. Targetnya selesai tahun depan," katanya.

Menurutnya, pembangunan hotel ini sangat penting. Sebab, Sawahlunto akan menjadi salah satu destinasi wisata yang akan ramai dikunjungi wisatawan luar dan dalam negeri.

"Ini akan menjadi destinasi wisata baru. Jadi semuanya harus kita siapkan seperti hotel, restoran, jalan dan juga acara budaya," kata Irwan.

Sebelumnya, Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto atau Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto ditetapkan sebagai warisan budaya dunia Unesco dalam Kongres International Council on Monuments and Sites atau Komite Warisan Dunia Unesco PBB di Baku, Azerbaijan, Sabtu 6 Juli 2019. []

Baca juga: