Saskia Diharap Tingkatkan Minat Baca Remaja Yogyakarta

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta meluncurkan program baru untuk menarik minat baca bagi para generasi muda.
Sejumlah anak mengunjungi perpustakaan di Yogyakarta. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta meluncurkan program baru untuk menarik minat baca bagi para generasi muda. (Foto: Tagar/Dok Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta meluncurkan program baru untuk menarik minat baca bagi para generasi muda, yang dinamai Sabtu Seru di Perpustakaan Kota Yogyakarta (Saskia).

Dilansir laman resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Gemar Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Nunun Zulaikha mengatakan, dengan program Saskia ini diharapkan agar masyarakat, khususnya siswa SD maupun SLTP berminat mengunjungi perpustakaan pada akhir pekan.

"Khususnya pelajar tingkat dasar-menengah (SD-SLTP), bersama keluarga di sela hari libur akhir pekan mereka untuk mengunjungi perpustakaan," ucapnya, Senin, 8 Februari 2021.

Dia menambahkan, selama ini banyak siswa yang bingung untuk mengisi waktu luang di hari liburnya, terlebih di masa pandemi.

Dia juga menjelaskan bahwa layanan Saskia bertujuan untuk mengembangkan minat baca di kalangan siswa-siswi dengan aktivitas literasi berbasis perpustakaan.

Kegiatan ini diadakan untuk menyapa pemustaka cilik yang memanfaatkan hari libur dengan berkunjung ke perpustakaan.

Saskia juga diharapkan menjadi sarana interaksi antara pustakawan dengan pemustaka untuk memberikan bimbingan, promosi, story telling, dan lain sebagainya. Para pengunjung perpustakaan juga akan diberi merchandise menarik.

"Kegiatan ini diadakan untuk menyapa pemustaka cilik yang memanfaatkan hari libur dengan berkunjung ke perpustakaan dan mereka akan diberi apresiasi berupa merchandise menarik," katanya menegaskan.

Nunun menuturkan, selama pelaksanaan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Perpustakaan Kota Yogyakarta di Kotabaru dan Pevita saat akhir pekan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Dia juga menegaskan bahwa protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat selama perpustakaan dibuka, termasuk pembatasan jumlah pengunjung di kedua perpustakaan tersebut, yakni 35 pengunjung di Pevita dan 55 pengunjung di Perpustakaan Kotabaru.

Pihaknya juga telaj melaksanakan sterilisasi terhadap seluruh sarana dan prasarana perpustakaan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di area perpustakaan.

Seorang sisea yang kerap menggunakan layanan Saskia adalah Syafia Fahrunnissa, siswa kelas 3 SD Minggiran. Syafia sering mengunjungi perpustakaan pevita pada hari Sabtu. Tak jarang dia datang bersama rekannya.

"Saya biasanya datang sendiri atau kadang bersama teman, sering ke perpustakaan pevita karena dekat dengan rumah, rumah saya di daerah Minggiran," jelasnya. []

Berita terkait
Kata Buruh Yogyakarta, yang Membunuh Bukan Corona Tapi PTKM
PTKM di Yogyakarta diperpanjang lagi. Serikat buruh di daerah berstatus Istimewa ini menyebut bukan corona yang membunuhnya, tapi kebijakan PTKM.
Identitas 6 Pelaku Klitih yang Ditangkap Polresta Yogyakarta
Polresta Yogyakarta menangkap 6 pelajar klitih yang menyerang dengan pedang dan gir. Mereka resmi tersangka. Berikut identitas dan nama sekolahnya.
Identitas Mayat yang Mengapung di Sungai Progo Yogyakarta
Mayat mengapung di Sungai Progo akhirnya teridentifikasi, yakni warga Jatirejo, Lendah, Kulon Progo. Ada luka di wajah pria bertinggi 164 cm ini.
0
Pengamat Pariwisata Komentari Heboh Harga 2 Indomie Rp 54 Ribu di Puncak
Pengamat pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi mengatakan, kasus indomie di puncak bukan prilaku seorang pelaku pariwisata.