Jakarta - Generasi saat ini tentu lebih mengenal Sarinah sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat. Namun tahukah Anda kalau nama itu diambil dari seorang perempuan desa yang mengasuh Soekarno sejak kecil?

Mbok Sarinah, begitu panggilan Soekarno pada sang pengasuh. Dia yang menemani Soekarno kecil, mulai dari memberi makan, menemani bermain, hingga menjaganya tidur.

Dalam buku biografinya yang ditulis oleh Cindy Adams, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat, Bung Karno beberapa kali menyanjung Sarinah layaknya wanita yang berkelas, tanpa sedikitpun merendahkan jabatannya. Bahkan dia juga tidak menutup-nutupi kalau sebagian karakternya juga terinspirasi oleh Sarinah. 

"Sarinah adalah bagian dari rumah tangga kami. Tidak menikah, dia kami anggap sebagai anggota keluarga.  Dia tidur dengan kami, tinggal bersama kami, memakan apa yang kami makan, tetapi dia tidak mendapat gaji sepeserpun," terangnya.

Sosok perempuan desa tersebut memberi gambaran Soekarno tentang perempuan ideal Indonesia. Seorang perempuan yang mengerti bahwa nasibnya terletak pada tangannya sendiri, dan juga bahwa perempuan harus ikut berperan aktif agar berguna bagi kehidupan banyak orang.

"Sarinah mendidik, mengerti bahwa segala sesuatu di negeri ini tergantung daripada rakyat jelata," katanya.

Membentuk Pribadi Soekarno Dekat dengan Rakyat Kecil

Presiden Pertama Republik Indonesia tersebut tidak malu-malu menceritakan masa kecilnya yang banyak belajar si Mbok.  

"Dialah yang mengajarku mengenal kasih sayang. Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Rakyat Kecil," Katanya, mengulang kata rakyat kecil dengan huruf besar. 

Dia juga menggambarkan secara tersirat kalau pendidikan tidak harus didapatkan di bangku sekolah.

"Selagi dia  memasak di gubuk kecil dekat rumah, aku duduk di sampingnya dan dia memberi nasihat, Karno, di atas segalanya engkau harus mencintai ibumu. Tapi berikutnya engkau harus mencintai rakyat kecil. Engkau harus mencintai umat manusia," kata-kata itu yang selalu terngiang di pikiran Soekarno muda.

Jelas sekali kalau ayah dari Megawati Soerkarno Putri itu sangat menghormati Sarinah, bahkan lebih sayang dan lebih dekat kepadanya dibanding ibu kandungnya. 

"Sarinah adalah satu nama biasa. Tetapi Sarinah yang ini bukanlah wanita biasa. Dia orang yang paling besar pengaruhnya dalam hidupku".

Untuk mengenang jasa Sarinah bagi hidupnya, Soekarno mengabadikan namanya menjadi gedung pusat perbelanjaan. Pada zamannya gedung tersebut adalah yang paling megah di tengah-tengah Ibu Kota Jakarta

Tujuan Soekarno membangun pusat perbelanjaan besar tersebut adalah untuk memberdayakan pengrajin dan pengusaha kecil agar bisa bersaing dengan produk-produk raksasa dari luar negeri, yang juga dijual disana. 

Sekarang zaman sudah berubah, gedung Sarinah telah bersolek menjadi tidak berbeda dengan pusat perbelanjaan modern lainnya, dengan konsep square dan menjadi kawasan mewah. Jauh berbeda dengan pandangan Sarinah tentang berpihak kepada rakyat kecil. []

Baca juga: