Indonesia
'Sandiwara Uno' Bikin Mien Uno Baper, PSI: Berlakulah Seperti Ibunda Jokowi
'Semestinya Sandi perlu berbicara dari hati ke hati dengan ibunya untuk tidak baperan. Berlakulah seperti ibunda Jokowi.'
Sandiaga Uno sungkem pada ibundanya, Mien Uno (kiri). Jokowi sungkem pada ibundanya, Sudjiatmi (kanan). (Foto: Facebook/Presiden Joko Widodo dan Instagram/Sandiaga Uno)

Jakarta, (Tagar 12/2/2019) - Mien Rachman Uno ibunda calon wakil presiden Sandiaga Uno meradang dengan berbagai tudingan publik yang menyebut anaknya kerap melakukan settingan saat berkampanye di tengah masyarakat. Terlebih dengan adanya narasi 'Sandiwara Uno' yang hangat diperbincangkan oleh warganet di dunia maya.

Wanita berumur 78 tahun itu merasa sakit hati dan geram, ingin sekali bertemu pihak-pihak yang menyebut anaknya selama ini kerap melakukan sandiwara politik, untuk selanjutnya pihak-pihak itu harus meminta maaf padanya.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni berpendapat dalam ranah politik, terlebih pada masa arus pemilu seperti saat ini sudah menjadi konsekuensi seorang pejabat publik agar siap selalu dikritisi oleh rakyat.

Sebab, narasi 'Sandiwara Uno' pun menurutnya dibentuk oleh publik sebagai ungkapan ekspresi ataupun kritik atas realitas yang dibangun oleh seorang publik figur itu sendiri.

"Ya itu konsekuensi logis dari pejabat publik, rakyat mengkritisi, rakyat melihat integritas. Salah Mas Sandi yang tidak menyiapkan keluarganya untuk terjun di dunia politik. Sebenarnya dia (Sandi) sebagai politisi tidak perlu mengajak-ajak ibunya terseret-seret terlalu dalam di konteks pemilu sekarang," ucap Antoni pada Tagar News, Selasa 12 Februari 2019.  

"Kalau ekspresi ungkapan 'Sandiwara Uno' itu kan juga ekspresi publik, yang kecewa dengan sandiwara-sandiwara yang berkali-kali dilakukan oleh Sandiaga Uno," sambungnya.

Menurut Antoni, sebaiknya cawapres nomor urut 02 itu dapat berkomunikasi dari hati ke hati ke ibundanya, agar tak mudah tersinggung dan siap selalu bila suatu waktu publik mengkritik tajam.  

"Semesetinya Sandi perlu berbicara dari hati ke hati dengan ibunya untuk tidak baperan. Kita semua mencintai ibu, menyayangi ibu, tetapi berlakulah seperti ibu Joko Widodo," paparnya.

Menurut dia, Sudjiatmi, ibunda Jokowi, patut dijadikan contoh baik karena selama ini sabar dalam menghadapi beragam fitnah dan tudingan tak logis dari publik.

"Sudah 4 sampai 5 tahun ini keturunannya dianggap tidak jelas, anaknya dianggap PKI, suaminya dipertanyakan, tetapi tidak ada sepatah katapun dari ibunya Jokowi. Karena dia tahu persis bahwa anaknya memiliki integritas, anaknya seorang pejuang yang mewakili rakyat," tandasnya.

Menurut Antoni, wanita berusia 75 tahun itu jauh lebih tangguh karena sabar dalam menghadapi tudingan-tudingan tak jelas yang dialamatkan pada anaknya. Sebab, ibunya percaya Jokowi  mampu menepis semua hoaks yang menerpanya.

"Dia merasa bahwa ini adalah fitnah-fitnah yang bakal bisa ditangkis oleh anaknya dalam diskusi politik," tutur pria yang akrab disapa Bang Toni.

"Kalau yang terjadi pada Mas Sandi menurut saya sih lebay atau agak berlebihan gitu. Dengan segala hormat kepada ibunya Mas Sandi, mestinya tidak perlu emosional, tidak perlu lebay, baper. Tapi menurut saya salahnya Mas Sandi sih. Seharusnya dia mem-briefing ibunya dulu atau menyampaikan apa yang harus disampaikan," pungkasnya.

Belum lama ini tersebar banyak isu Sandiwara Uno di media sosial seputar dugaan sandiwara dalam kampanye Sandi di sejumlah daerah. Salah satu dugaan sandiwara yang disoroti warganet adalah ketika seorang ibu menangis mengejar mobil Sandiaga Uno saat berkampanye di Sumedang, Jawa Barat. Aksi wanita itu tertangkap kamera dan beredar di media sosial.

Warganet menduga aksi histeris tersebut merupakan sandiwara belaka karena setelah ditelusuri ada dugaan ibu itu merupakan caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN). Selain itu sempat viral juga foto ketika Sandiaga berkampanye di Makassar.

Dalam kampanye tersebut Sandi bertemu dengan korban banjir. Foto yang beredar, korban banjir itu sedang menemui Sandi dalam kondisi dada penuh lumpur. Namun, di punggungnya tak ada lumpur seperti terlihat penuh pada bagian depan tubuhnya. Dari aksi-aksi tersebut warganet menduga bila Sandiaga selama ini kerap melakukan sandiwara saat berkampanye. []

Baca juga: 


Berita terkait
0
Dua Santri di Padang Lawas Tewas Disambar Petir
Saat sedang mengambil bambu, lima orang santri Pondok Pesantren Darul Ilmi di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, disambar petir.