Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra meminta masyarakat tidak membuat 'meme' kesalahan input data terkait real count Pilpres 2019. Dia meminta lapor bila ada ketidakcocokan data C1 dengan yang ada di situs kpu.go.id.

"Saya apresiasi laporan masyarakat tapi jangan diviralkan seakan-akan dibuat meme ini sistematis curang, tidak ada itu," kata Ilham kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat, 19 April 2019.

"Masyarakat silakan memantau Situng, kemudian memastikan C-1 itu yang masyarakat pegang, atau tidak ada kesesuaian silahkan laporkan kepada kami, tapi tidak dengan cara kemudian memviralkan dan menganggap buat meme-meme KPU curang, tidak ada sama sekali seperti itu, jadi sekali lagi ini human error dan sudah diperbaiki," ujarnya.

Ketika Tagar News mengonfirmasi lebih lanjut terkait berapa jumlah kesalahan input data oleh pihaknya yang telah dikoreksi, Ilham tidak merespons. Dia justru kembali meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan adanya kesalahan.

"Saya minta masyarakat melaporkan ke helpdesk kita, dan sudah saya berikan nomor telepon dan email. Gitu ya," kata Ilham melalui keterangan tertulis kepada Tagar News, Sabtu 20 April 2019.

"Jika ada kesalahan penginputan, dan kita cek benar (ada kesalahan), kita akan koreksi," tambahnya.

Ilham juga kembali mengundang masyarakat untuk turut serta mengawasi proses input data real count yang dilakukan oleh KPU. "Benar, kita minta masyarakat ikut mengawasi," tegasnya.

Sebelumnya, beredar luas di media sosial Meme dan kalimat kelakar terkait kesalahan input data rela count pilpres 2019 oleh KPU. Beberapa diantaranya bahkan menuding lembaga penyelenggara pemilu itu berpihak kepada salah satu pasangan calon yang bertanding.

Imbasnya, tagar #KPUJanganCurang yang berisi meme terkait kesalahan input data KPU, meliar di lini masa media sosial Twitter. Bahkan menduduki posisi pertama trending topic jejaring sosial berlogo burung biru itu, sepanjang Jum'at kemarin.

Baca juga: