Jakarta, (Tagar 13/1/2019) - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengenakan jaket 'Kerja Kerja Kerja' saat menghadiri deklarasi dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta.

Deklarasi dukungan untuk kemenangan pasangan capres-cawapres Jokowi-Maruf ini digagas oleh Gerakan Alumni Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah alumni universitas di Indonesia.

Jokowi dalam sambutannya menegaskan menjadi pemimpin negara Indonesia yang wilayah geografisnya sangat luas harus memiliki pengalaman.

"Negara Indonesia yang luas tantangannya juga besar, sehingga pengalaman itu sangat penting," kata Joko Widodo saat menyampaikan sambutan di hadapan sekitar 10.000 orang, alumni perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia, di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/1) mengutip kantor berita Antara.

Hadir pada deklarasi ini alumni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pajajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajahmada (UGM), Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Trisakti, dan perguruan tinggi lainnya.

Joko Widodo menjelaskan, pada saat dirinya terpilih sebagai Wali Kota Surakarta, ia memerlukan waktu sekitar satu setengah tahun untuk beradaptasi dari dunia usaha ke pemerintahan.

"Di tingkat kota saja, saya perlu waktu 1,5 tahun untuk belajar. Apalagi orang yang belum punya pengalaman (di pemerintahan) ingin mengelola negara ...," katanya tanpa meneruskan kalimatnya.

Joko Widodo mengatakan hal itu, saat menceritakan pengalamannya di pemerintahan di hadapan para alumni perguruan tinggi.

Presiden JokowiCapres petahana nomor urut 01 Joko Widodo mengenakan jaket 'Kerja.. Kerja.. Kerja.." saat menghadiri Deklarasi Dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019). Deklarasi dukungan untuk kemenangan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf ini digagas oleh Gerakan Alumni Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah alumni universitas di Indonesia. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

"Saya ingat pada 2005, saat jadi calon wali kota. Saya berhadapan dengan calon 'incumbent' (petahana) dan calon dari pengusaha terkenal. Alhamdulillah saya menang, meskipun kemenangannya tipis," katanya.

Jokowi yang berlatar belakang pengusaha furnitur menyatakan, pada awal menjadi wali kota dirinya kaget karena ilmu di dunia usaha sangat berbeda dengan di pemerintahan.

"Saya memerlukan waktu sekitar 1,5 tahun untuk beradaptasi dan memahami manajemen pemerintahan dengan baik," katanya.

Pada saat menjadi wali kota di periode kedua, Jokowi mengaku sudah lancar memimpin pemerintahan tingkat kota.

Dari Kota Surakarta, Jokowi mendapat amanah menjadi calon gubernur DKI Jakarta dan dengan bekal pengalaman di Surakarta, ia terpilih sebagai gubernur.

Berikutnya, pada pemilu presiden 2014, Jokowi bersama Jusuf Kalla maju sebagai capres-cawapres dan terpilih untuk memimpin Indonesia selama lima tahun.

"Semua pengalaman dan karier saya di pemerintahan, memerlukan pengalaman. Memimpin di tingkat kota saja memerlukan pengalaman, apalagi memimpin negara sebesar Indonesia," katanya.

Saya Dukung Jokowi Demi Anak Cucu Nanti

Sebelumnya di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, alumni Universitas Indonesia (UI), alumni perguruan tinggi lainnya di Indonesia, serta para Relawan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

UI Dukung JokowiSejumlah peserta Deklarasi Dukungan Alumni Universitas Indonesia untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin membawa poster saat deklarasi di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019). Deklarasi dukungan untuk kemenangan pasangan capres-cawapres Jokowi-Maruf tersebut digagas oleh Gerakan Alumni Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah alumni universitas di Indonesia. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Sekitar 10.000 orang memadati Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK), sejak sekitar pukul 14.00 WIB, meskipun panitia mengumumkan Presiden Joko Widodo akan hadir pada pukul 16.00 WIB.

Para peserta deklarasi datang dengan tertib, memasuki lokasi acara secara terlibat, setelah melewati pemeriksaan di "metal detector". Namun, karena lokasi yang disediakan tidak begitu luas sehingga para peserta yang hadir menjadi berdesak-desakan.

Para peserta yang hadir, tampak alumni UI mengenakan kaos kuning bertuliskan "We Are Alumni UI for Jokowi". Mereka membawa poster di antaranya bertuliskan "Saya dukung Jokowi demi anak cucu nanti", "Orang pintar dukung orang pintar, orang pintar dukung #01", "Cuma Jokowi yang berani tumpas mafia migas", "Presiden kurus kuat puasanya".

Ada juga alumni Universitas Trisakti mengenakan kaos biru bertuliskan "Kami Alumni Trisakti Pendukung Jokowi 1". Tampak juga alumni Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) mengenakan kaos biru "Arek Alumni ITS Pendukung Jokowi". 

Alumni perguruan tinggi lainnya yang tampak adalah alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), dan alumni perguruan tinggi lainnya.

Sambil menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo, panitia mengajak para peserta untuk latihan lagu-lagu nasional yang akan dinyanyikan pada saat acara berlangsung. Lagu nasional itu antara lain Indonesia Raya, Bangun Pemudi-Pemuda, serta Garuda Pancasila, yang dipimpin oleh Adhie MS.

Ketua Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Ma'ruf Amin, Fajar Soeharto mengatakan deklarasi dukungan para alumni untuk Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin adalah inisiatif dari individu alumni Universitas Indonesia. []