Makassar, (Tagar 7/12/2018) - Robert Rene Alberts kembali blak-blakan terkait praktik kotor di sepak bola Indonesia. Menurutnya, praktik jual beli pertandingan di liga Indonesia sudah berlangsung lama.

Robert mengakui, beberapa tahun lalu dirinya sering di hubungi oleh oknum, untuk mengatur setiap pertandingan yang dilakoni klub yang dia latih

"Praktik kotor di sepak bola Indonesia sudah berlangsung lama. Bahkan saya kerap kali dihubungi oleh seseorang untuk menurunkan pemain yang ditunjuk untuk tiap laga," cerita Robert seusai memimpin pasukannya latihan rutin di Stadion Mattoanging Makassar, Kamis (6/12/) kepada Tagar News.

Walaupun sering dihubungi, Robert bersikukuh tidak menuruti perintah si oknum. Dia tidak pernah mau menanggapi atau memenuhi permintaan sang oknum. Robert jamin kalau di PSM Makassar tidak ada pengaturan skor seperti itu.

"Sampai sekarang oknum tersebut masih ada. Akan tetapi untuk PSM Makassar saya jamin tidak ada praktik kotor seperti itu," tuturnya

Menurutnya praktek kotor semacam itu tidak hanya di Indonesia. Malaysia dan Singapura juga memiliki praktik yang serupa, hal itu Robert ketahui saat melatih didua negara itu.

"Saat saya melatih klub Malaysia dan Singapura hal seperti itu sering terjadi, dan bahkan disana oknum pengatur skor yang langsung menghubungi para pemain. Setelah itu saya melatih klub Thailand, disana juga seperti itu. Akan tetapi kalau di Thailand pemainnya jujur, tidak mau di suap, tapi perangkat lainnya yang terlibat," ujarnya.

Pengaturan skor di Liga Indonesia menurut Robert sudah sangat terang-terangan. Ada pemain asing Sriwijaya FC yang ditawari sejumlah uang untuk pengaturan skor.

Robert punya cara khusus agar pemain PSM saat ini tidak terlibat dalam pengaturan skor. Walaupun oknum tersebut sudah melakukan berbagai cara untuk mendekati pemainnya, namun sudah belajar banyak tentang praktek semacam itu. 

"Saya juga tau cara melindungi pemain agar tidak tergoda rayuan oknum seperti itu," tegasnya

Suporter PSM Makassar Tantang Robert

Bak gayung bersambut, Ari Rudianto (25) salah satu suporter fanatik PSM Makassar dari sektor Daya Makassar menantang Robert untuk menyebut siapa oknum yang dimaksud biar tidak dianggap hoaks oleh banyak orang.

"Kalau Robert jantan, sebut mi saja siapa oknum tersebut, biar suporter tidak menganggap Robert cari-cari kesalahan terkait hasil minor saat melawan Bhayangkara FC," ujar Ari, Kamis (6/12) kepada Tagar News.

Dia berharap Robert jangan hanya melempar isu yang membuat orang bertanya-tanya, kalau memang Robert mau melihat sepak bola Indonesia maju, sudah saatnya buka-bukaan terkait praktek haram seperti itu

"Saya kira Robert pelatih profesional. Sudah saatnya itu semua dibongkar, agar sepak bola di Indonesia maju. Kalau dia tidak mau buka-bukaan, sama saja dia tidak mendukung kemajuan sepak bola Indonesia," pungkas Ari. []