UNTUK INDONESIA
Rintihan Ibu-ibu Tapteng yang Tak Kebagian Sembako
Diduga bantuan sembako untuk penanganan dampak Covid-2019 dari Pemkab Tapanuli Tengah tidak merata, puluhan ibu-ibu mendatangi kantor lurah.
Puluhan Ibu-ibu mendatangi kantor Lurah Sibuluan Indah, Kabupaten Tapteng, Sumatera Utara, Kamis, 30 April 2020. (Foto: Tagar/Dody Irwansyah)

Tapteng - Diduga bantuan sembako untuk penanganan dampak Covid-2019 dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tidak merata, puluhan ibu-ibu mendatangi kantor Lurah Sibuluan Indah.

Para ibu ini mengaku kesal dan kecewa, karena nama mereka tidak muncul sebagai calon penerima bantuan. Padahal jauh hari sebelumnya, kepala lingkungan sudah berulangkali meminta kartu keluarga (KK) kepada mereka.

“KK kami sudah diminta, bahkan berulang-ulang. Kenyataannya sampai sekarang tidak ada, awak pun bukan orang yang mampu, jadi wajarnya berkomentar,” kata Rusda Sitompul, 61 tahun, warga Pagaran, Kamis, 30 April 2020.

Rusda adalah seorang janda dan hidup sebatangkara. Pada bulan puasa ini, dia tidak punya pencarian, karena jualan tidak laku dan warungnya tutup.

“Jadi membagilah tadi kepling. Aku pun heran, orang yang PKH mendapat kupon. Kami tak ada mendapat, makanya kami datang ke sini,” ujar Rusda bersama sejumlah ibu-ibu lainnya.

Para ibu itu menjelaskan, penerima bantuan di kantor Lurah Sibuluan Indah tersebut, umumnya mereka yang terdaftar Progam Keluarga Harapan (PKH).

“Kami bingung tak ada mendapat bantuan, seharusnya masyarakat yang di luar PKH seperti kamilah yang mendapat bantuan ini,”ucapnya.

Jadi, daftar nama semuanya dari sana (bupati), tak ada yang didaftar dari kelurahan

Rusda mengaku sudah mengadu ke lurah, lurahnya malah bilang itu bukan urusannya. Karena pihak kelurahan hanya menyalurkan kepada orang yang namanya sudah terdaftar.

“Tak ada urusanku, itulah dibilang pak lurah. Masa sama rakyatnya seperti itu, seharusnya dikasih solusi. Rakyat yang layak mendapat jadi tak mendapat,” kata Rusda.

Nurjuriati Simatupang, 50 tahun, warga lainnya juga menuturkan hingga kini mereka tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Banyak masyarakat di sini yang tak mendapat.

“Katanya PKH tak dapat lagi, rupanya PKH yang paling utama. Awal bulan depan, cairlah bantuan mereka itu,” ungkapnya.

Yusnita Panggabean, 64 tahun, menjelaskan, bantuan yang dibagi di kantor lurah itu, berupa beras 5 Kg, minyak goreng 1 Kg, mi instan 1 kotak, dan gula 1 Kg.

Seorang ibu lainnya mengaku tak bisa apa-apa. Ada yang menyebut sudah dua bulan tak jualan di kantin karena sekolah tutup, anaknya empat orang dan suaminya di penjara.

Lurah Sibuluan Nauli, Aji Martoni Jambak dikonfirmasi menjelaskan tidak ada masalah, karena kelurahan hanya bertugas untuk penyaluran bantuan sesuai daftar nama yang diberikan. Penerima bantuan wajib membawa kupon dari kepala lingkungan masing-masing.

Terhadap mereka yang tak mendapat bantuan, Aji Martoni Jambak mengaku tidak dapat berbuat banyak, karena data penerimanya dari Bupati Tapteng.

“Jadi, daftar nama semuanya dari sana (bupati), tak ada yang didaftar dari kelurahan. Kemarin baru kami terima data itu dari rapat terbuka. Tadi malam datanglah sembakonya, dan hari ini dibagikan,” kata Aji. []

Berita terkait
Pandemi Covid, Siantar Man Bagi Ribuan Paket Sembako
Masyarakat Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, di perantauan menyalurkan ribuan paket sembako di tengah pandemi Covid-19.
Gubernur Sulsel Pastikan Sembako di Sulsel Aman
Ketersediaan Sembako di bulan Ramadan hingga Idul Fitri di Sulawesi Selatan Aman.
Pulang dari Zona Merah, 1 Warga Samosir ODP Covid-19
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir, menetapkan seorang wanita sebagai ODP.
0
Rintihan Ibu-ibu Tapteng yang Tak Kebagian Sembako
Diduga bantuan sembako untuk penanganan dampak Covid-2019 dari Pemkab Tapanuli Tengah tidak merata, puluhan ibu-ibu mendatangi kantor lurah.