UNTUK INDONESIA
Ray Rangkuti Ungkap Sebab Kepercayaan Publik ke Jokowi Turun
Pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengungkap ada beberapa sebab meluasnya ketidakpuasan publik kepada Presiden Jokowi.
Pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengungkap ada beberapa sebab meluasnya ketidakpuasan publik kepada Presiden Jokowi. (Foto: Tagar/Nuranisa Hamdan)

Jakarta - Pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengungkap ada beberapa sebab yang mendasari ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara akumulatif cenderung meluas.

Ray berkata, persoalan ini berawal dari adanya revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Imbasnya, membuat kalangan akademisi nirsimpati dan pesimis dengan kepemimpinan presiden dua periode tersebut. 

Kemudian, dengan adanya pandemi berkepanjangan ini, publik pun menyoroti ada miskoordinasi antarkementerian terkait penanganan Covid-19

Baca juga: Presiden Jokowi Jangan Supersensitif, PA 212 Makin Pecah

Dikritik sedikit lalu seperti tidak percaya diri.

Diperparah lagi, kata Ray, dengan menurunnya tingkat pendapatan masyarakat dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di era pandemi ini kian meninggi, membuat ekonomi rakyat jadi morat-marit.

"Ditambah lagi proses undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dibaca orang sebagai bagian dari melemahkan dan liberalisasi terhadap berbagai sektor kehutanan, lingkungan hidup, ditambah dengan prosesnya yang dianggap tidak sesuai dengan aturan yang sudah diberlakukan bersama," ucap Ray saat menjadi pembicara di kanal YouTube Tagar TV dilihat Minggu, 18 Oktober 2020.

Menurut dia, ada suara dari pelbagai pihak yang konsisten berdiri di jalur oposisi, ditambah dengan kenaikan tren di mana pemilih Jokowi pada Pilpres 2019 lalu mulai berani mengungkap kekecewaannya secara terang-terangan mengkritik kebijakan Presiden Jokowi yang dinilai melenceng.

Baca juga: Ray Rangkuti Setujui FPI: Ajakan Revolusi Dijamin Konstitusi

Namun, lanjutnya, pergantian presiden di tengah jalan ia pandang tidak akan terjadi, melihat soliditas fraksi-fraksi di DPR RI yang mendukung kebijakan politik Presiden Jokowi.

"Jadi, seberapa besar kekuatan rakyat kalau partai-partai di dalamnya solid, ya masih sulit itu. Ujung-ujungnya mentok di Pilpres 2024. Nah pemerintah yang sekarang jangan supersensitif. Masa presiden dengan kekuatan politik terbesar kedua sepanjang sejarah republik ini dikritik sedikit lalu seperti tidak percaya diri," ujar Ray Rangkuti. []

Berita terkait
Munarman FPI Ingatkan Pihak Istana soal Kaum Ruwaibidhah
Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menganggap pihak Istana sebagai kaum ruwaibidhah dan tidak perlu diseriusi.
FPI Sebut Rizieq Shihab Pimpin Revolusi, Ray: Boleh-boleh Saja
Pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengapresiasi pernyataan pihak Front Pembela Islam bahwa Habib Rizieq Shihab akan pimpin revolusi.
FPI Tiga Kali Menggertak Klaim Rizieq Shihab Bakal Pulang
Pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti mencatat sudah tiga kali Front Pembela Islam (FPI) mengklaim kepulangan Habib Rizieq Shihab tak terlaksana.
0
Menekan Angka Bunuh Diri yang Tinggi di Jepang
Dengan kasus bunuh diri sekitar 50 setiap hari ada layanan konseling melalui pesan singkat untuk cegah bunuh diri