UNTUK INDONESIA
Ratusan Anggota Keluarga ISIS Kabur dari Kamp di Suriah
Ratusan anggota keluarga ISIS melarikan dari kamp tahanan Ain Issa setelah kawasan itu dibombardir pasukan Turki pada Minggu, 13 Oktober 2019
Pengungsi anak perempuan dari provinsi Deraa melihat keluar dari sebuah lubang di dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh Israel di Quneitra, Suriah, Rabu (11/7). (Foto: Ant/Reuters/Alaa Al-Faqir)

Jakarta - Ratusan keluarga anggota keluarga kelompok radikal Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS) melarikan diri dari sebuah kamp tahanan di utara Suriah setelah daerah itu dibombardir pasukan Turki. Seorang pejabat Kurdi di Suriah mengatakan para tahanan berusaha menyelamatkan diri dari Kamp Ain Issa saat pecah pertempuran.

Seperti diberitakan dari BBC News, Minggu, 13 Oktober 2019, Turi melancarkan serangan sejak Minggu lalu untuk mengusir pasukan Kurdi dari wilayah Suriah. PBB menyebutan bahwa sekitar 130.000 orang anggota keluarga ISIS telah meninggalkan tempat tinggal mereka, dan jumlahnya mungkin naik.

Turki menuduh milisi Kurdi sebagai teroris. Pemerintah Turki ingin memulangkan lebih dari tiga juta pengungsi Suriah yang saat ini masih berada di Turki.

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah secara efektif memicu serangan Turki terhadap Pasukan Demokrat Suriah (SDF), sekutu utama barat dalam perang melawan ISIS. Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan kepada CBS News pada Minggu, AS saat ini tengah bersiap untuk mengevakuasi sekitar 1.000 tentara yang masih berada di utara Suriah.

Sebelumnya Trump, mengancam akan menghancurkan ekonomi Turki jika bersikeras melakukan penyerangan militer terhadap sekutu AS, kelompok Kurdi, di Suriah. "Sebagaimana yang saya nyatakan dengan keras sebelumnya, dan untuk menegaskan kembali, jika Turki melakukan apapun yang dalam hemat saya merasa hebat dan tak tertandingi, saya anggap keterlaluan. Saya akan hancurkan dan lenyapkan ekonomi Turki!" kata Trump dalam cuitannya di Twitter, Selasa, 8 Oktober 2019.

Trump dianggap menelantarkan kelompok Kurdi dengan menarik pasukan AS dari Suriah. Keputusannya mendapat kecaman dari partai Demokrat serta teguran dari sesama anggota partai Republik di Kongres.

Berita terkait
Liga Arab Bereaksi Atas Agresi Turki ke Suriah
Liga Arab dijadwalkan bakal menggelar sidang darurat untuk membahas serangan militer Turki ke Suriah.
Trump Ancam Ekonomi Turki Jika Serang Kurdi di Suriah
Donald trump ancam hancurkan ekonomi Turki jika melakukan penyerangan militer kelompok Kurdi, di Suriah yang merupakan sekutu AS.
Kronologi Maharani Hilang di Suriah Bertemu Keluarga
Maharina bercerita keluarga sudah menganggap kakaknya, Maharani, meninggal di negara konflik Suriah. Ini kronologi pertemuan Maharani dan keluarga
0
Pengakuan Kompol Sarponi Korban Bom Medan
Dua perwira yang bertugas di Polrestabes Medan, menjadi korban ledakan bom bunuh diri. Salah satunya, sempat tak sadar dirinya kena percikan bom.