Indonesia
PT Vale Setor Pajak ke Negara Sebesar Rp 1,3 Triliun
PT Vale Indonesia mengklaim telah berkontribusi cukup besar untuk penerimaan negara dalam bentuk pajak maupun lainnya
Penambangan nikel oleh PT Vale (Foto: Istimewa)

Makassar, (Tagar 7/1/2019) - PT Vale Indonesia mengklaim telah berkontribusi cukup besar untuk penerimaan negara dalam bentuk pajak maupun lainnya. Sepanjang 2018, setoran pajak dari perusahaan yang bergerak di bidang tambang nikel itu mencapai Rp 1,3 triliun.

Deputy Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, menyampaikan kontribusi perusahaan dalam penerimaan negara cukup besar setiap tahunnya. Pembayaran pajak dari PT Vale Indonesia dilakukan mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten.

"Kontribusi PT Vale (Indonesia) untuk 2018 dalam bentuk penerimaan negara totalnya Rp 1,3 triliun," kata Febriany, pada acara simposium bertajuk 'Keberlanjutan : Investasi Masa Depan' di Kota Makassar, Rabu (6/2) kemarin.  

Berdasarkan data yang dirilis PT Vale Indonesia, setoran pajak perusahaan sepanjang 2018 yang terbesar berasal dari pajak-pajak pusat mencapai Rp 804,57 miliar. Disusul PNBP royalty dan landrend (Rp 233,11 miliar), pajak-pajak dan hibah kabupaten (Rp 148,6 miliar); pajak-pajak provinsi (Rp 134,24 miliar) dan PNBP lainnya (Rp 2,12 miliar).

Lebih jauh, Febriany menyampaikan kontribusi PT Vale Indonesia dalam penerimaan negara atau dengan membayar pajak merupakan wujud nyata komitmen perusahaan yang taat aturan. PT Vale Indonesia juga terus melakukan pembenahan tata kelola perusahaan agar menjadi lebih baik lagi.

Di aspek tata kelola perusahaan, Febriany menyebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya sekaligus inovasi. Di antaranya yakni menerapkan Good Corporate Governance atau GCG untuk menghindarkan bisnis dari risiko tindak pidana korupsi dan suap.

Febriany mengimbuhkan PT Vale Indonesia juga telah melakukan pelatihan anti-corruption and bribery. Bahkan sejak tiga tahun lalu, tepatnya pada 1 Januari 2016, perusahaan yang dipimpin oleh Nico Kanter itu membuka kanal Vale Whistleblower Channel atau VWC. Itu masih merupakan bagian dari upaya menghindarkan bisnis dari korupsi. []

Berita terkait
0
Mahfud MD: Hentikan Rasis, Kita Bersaudara
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD meminta tidak ada lagi ungkapan bernada rasis.