PT Equityworld Futures Targetkan 5000 Nasabah Baru di Akhir 2021

Equityworld Futures menargetkan total volume transaksi mencapai 1.100.000 lot dan nasabah baru sebanyak 5.000 nasabah pada akhir 2021.
Equityworld Futures menargetkan total volume transaksi mencapai 1.100.000 lot dan nasabah baru sebanyak 5.000 nasabah pada akhir 2021. (Foto:Tagar/Equityworld Futures)

Jakarta - PT Equityworld Futures menargetkan total volume transaksi mencapai 1.100.000 lot dan nasabah baru sebanyak 5.000 nasabah pada akhir 2021 mendatang. Untuk cabang sekaligus kantor pusat di EWF Sahid Center, diprediksi bakal memberikan kontribusi sebesar 38 persen dari total target perseroan.

Dengan meningkatkan jumlah tenaga pialang, kami berharap dapat membantu perluasan lapangan kerja di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Direktur PT Equityworld Futures, Hartono Gunawan, saat buka puasa bersama awak media, di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021. Menurutnya, saat ini jumlah tenaga pialang PT Equityworld Futures mencapai 2.000, Di tahun ini ditargetkan mencapai 2.500 tenaga pialang.

"Dengan meningkatkan jumlah tenaga pialang, kami berharap dapat membantu perluasan lapangan kerja di Indonesia," ujar Hartono Gunawan, dikutip Tagar pada Rabu, 5 Mei 2021.

"Karena banyak orang yang belum melirik profesi ini karena belum diedukasi dengan baik. Padahal penghasilan yang diperoleh dari profesi ini dengan fokus 1-2 tahun bisa menghasilkan Rp 30- Rp50 juta per bulan," ujar dia.

Hartono menuturkan, PT Equityworld Futures sampai kini masih berfokus pada penawaran locogold. Pasalnya, 80 persen kontribusi bisnis berasal dari produk emas berjangka ini. Meski begitu, Hartono mengakui bahwa para investor juga tengah melirik indeks Hang Seng dan beberapa mata uang seperti Euro dan Ausie.

Keunggulan trading locogold atau emas berjangka adalah peluang keuntungan bisa didapat tidak hanya saat harga emas sedang naik, melainkan juga saat terjadi sebaliknya.

Hartono juga menilai bahwa pelemahan harga emas saat ini menjadi momentum yang tepat bagi para investor di pasar perdagangan berjangka untuk melakukan aksi buy.

Secara teknikal, tren bullish harga emas berjangka mulai pudar. Kenaikan harga sepanjang tahun 2020 terus melandai. Level resistance harga emas diperkirakan pada kuartal II tahun ini berada di US$ 1.848 /troy ons kemudian US$ 1.880 /troy ons. Adapun level support diprediksi US$ 1.706 troy ons kemudian US$ 1.668 /troy ons.

Kasus ledakan korban Covid-19 terbaru di India telah mempengaruhi tingkat permintaan emas dunia. Selain itu kehadiran cryptocurrency yang digadang-gadang menjadi aset safe haven pengganti emas membuat sebagian besar investor mengalihkan dana mereka untuk berinvestasi di mata uang digital tersebut.

"Beberapa faktor tersebut membuat emas semakin tertekan, diprediksi hingga akhir tahun ini harga emas akan tetap berada pada tren bearish," kata dia. []

Berita terkait
Bank Indonesia Berencana Terbitkan Mata Uang Rupiah Digital
Bank Indonesia berencana untuk menerbitkan mata uang rupiah digital atau central bank digital currency.
Bank Indonesia: Perbankan Coba Keruk Untung Lebih Saat Pandemi
Bank Indonesia menyebut perbankan cenderung enggan menurunkan suku kredit bank kepada para nasabahnya. Berikut pernyataan selengkapnya
Bank Indonesia Suntik Likuiditas ke Perbankan Rp 738,7 T
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya telah menginjeksi likuiditas sebesar Rp738,7 triliun kepada perbankan.
0
PM Johnson MenDesak Negara G7 Sepakat Soal Paspor Covid-19
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, ingin KTT G7 yang akan datang, menyepakati perjanjian mengenai paspor vaksinasi Covid-19