Indonesia
Presiden Jokowi Ingatkan Masyarakat Sumut Tidak Mudah Percaya Hoaks
Jokowi meminta masyarakat Sumatera Utara untuk tidak mudah percaya pada berita bohong atau hoaks.
Presiden Joko Widodo bersiap untuk berpidato dalam acara Doa Satukan Negeri di Gedung Serbaguna T Rizal Noordin, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (15/3). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Medan, (Tagar 16/3/2019) - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Sumatera Utara untuk tidak mudah percaya pada berita bohong atau hoaks. Jokowi juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk hidup dengan kejujuran. Karena baginya, jujur adalah suatu hal yang sangat berguna bagi diri sendiri dan orang lain, jangan jadi penyebar hoaks.

"Itu ada isu, nanti kalau Jokowi dan Ma'ruf Amin terpilih jadi Presiden dan Wakil Presiden RI pada 17 April tahun 2019 mendatang, akan dipersulit ibadah? Percaya, nanti kalau Jokowi dan Ma'ruf terpilih zinah akan dilegalkan, percaya? Nanti kalau Jokowi dan Ma'ruf terpilih, kawin sejenis dilegalkan? Apakah bapak dan ibu yang hadir di sini percaya?" ujar Presiden Joko Widodo dan disambut oleh pengunjung tidak percaya.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat melakukan sosialisasi program pemerintah di Gedung Olahraga (GOR) Jalan Pancing, Medan, Sumatera Utara. Kunjungan ini dilakukan seusai kunjungan dari Kabupaten Toba Samosir. 

Ribuan masyarakat dari Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan memadati lokasi, bahkan pengunjung yang mayoritas ibu-ibu sudah datang sebelum Presiden RI tiba.

Jokowi juga mengingatkan masyarakat Sumut jangan karena gara-gara perbedaan pilihan presiden menimbulkan perpecahan.

"Jangan karena berbeda pilihan, kita sesama masyarakat Indonesia jadi tidak saling sapa. Kita yang hidup sebangsa ini adalah saudara. Jangan kita mau diadu domba dan dipecah belah," tutur Jokowi.

Baca Juga: Tumpah Ruah Masyarakat Sambut Jokowi Lebih Wow di Tapanuli Utara

Kemudian, Jokowi juga mengingatkan seluruh warga negara Indonesia agar menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti.

"Di tahun di 2019 ini, mari kita ajak tetangga, beramai ramai, kita berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS), jangan sampai ada yang tidak mencoblos dan jangan ada yang golput," ungkapnya.

Jokowi Luncurkan Tiga Kartu Sakti  

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi juga mengatakan akan menerbitkan Kartu Pra-Kerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk kuliah serta Kartu Sembako Murah. Bagi Presiden, kartu ini sangat bermanfaat bagi orang tua, terutama ibu-ibu.

"Penduduk kita di Indonesia ini sangat banyak dan syukur alhamdulillah kita dianugerahi oleh Allah SWT suatu perbedaan, tradisi, suku, budaya dan agama. Banyaknya penduduk bukan menjadi alasan untuk tidak menyalurkan program, semoga tiga kartu ini bermanfaat dan tepat sasaran," ujar Jokowi. 

Menurutnya, sejauh ini program pemerintah sudah berjalan dengan baik, hanya saja, ini perlu ditingkatkan.

"Sudah 19 juta orang lebih yang dapat, nanti yang belum dapat akan kita sisir supaya mendapatkan, yang dapat yang memang membutuhkan. Nanti akan kita bagikan jika sudah dilakukan pendataan," tuturnya. 

Kartu Pra-Kerja, menurut Jokowi yaitu setiap yang belum bekerja nantinya akan didata. KIP untuk kuliah yaitu bantuan untuk mahasiswa. Sedangkan untuk kartu sembako murah, pemegang kartu akan mendapatkan diskon. 

"Jadi nanti yang pegang kartu ini akan ada diskon untuk membeli, namun persentasenya belum ditentukan. Nanti di 2019 mendatang akan data terlebih dahulu. Saya titip tiga kartu ini agar disosialisasikan nantinya," terangnya.

Jokowi Diajak Berselfie

Seusai melakukan sosialisasi di GOR, Jokowi dan rombongan pun bergegas meninggalkan lokasi. Namun, sebelum Jokowi beranjak, masyarakat yang hadir berteriak untuk berfoto selfie dan bersalaman. 

Sekira pukul 19.00 WIB, Jokowi yang keluar dari gedung utama dikerumuni ribuan masyarakat. Bahkan aksi dorong-dorongan sempat terjadi namun akhirnya bisa diantisipasi oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

JokowiPresiden Jokowi saat diajak berswafoto oleh masyarakat di GOR Jl. Pancing, Medan, Jumat (15/3). (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Presiden Jokowi di lokasi tidak pernah menolak masyarakat yang ingin bersalaman dan berselfie kepadanya. Dengan menggunakan pakaian kemeja warna putih dan berlengan panjang, Jokowi terus mengulurkan tangannya kepada masyarakat agar bisa bersalaman. Bukan di situ saja, laju langkah kaki Jokowi juga sesekali terhenti ketika ada seorang yang ingin berfoto selfie kepadanya.

Salah seorang pengunjung bernama Neli mengaku senang dengan sosok Presiden Joko Widodo. Seusai berfoto bersama dengan Presiden, Neli mengakui bahwa inilah presiden yang benar-benar merakyat. 

"Memang sempat dihalangi oleh Paspamres, namun akhirnya bisa juga berselfie. Ini Presiden yang benar benar merakyat, seperti tidak ada jarak antara Presiden dan rakyatnya," ungkapnya.

Berita terkait
0
Cara BNPT Perangi Hoaks dan Konten Radikal di Medsos
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius punya cara jitu memerangi penyebaran hoaks dan konten radikal.