Jakarta, (Tagar 2/2/2019) - Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan Indonesia merupakan negara besar, kepala negara dan wakilnya harus sehat, jangan sakit-sakitan.

"Indonesia cukup besar, kepala negara dan wakilnya harus strong, jangan sakit sakitan," tutur Adi kepada Tagar News dalam wawancara tertulis, Jumat (1/2).

Adi menyatakan itu, menanggapi aktivitas Presiden Joko Widodo yang super sibuk dengan stamina nyaris selalu prima, tidak pernah terdengar sakit.

Baca juga: Resep Jahe Kesukaan Jokowi

Sejak menjabat Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memang tidak pernah terdengar sakit. 

Bahkan jika kita mengetik kalimat 'Joko Widodo Sakit' pada situs pencarian Google, hampir tidak ada satu pun berita terkait menurunnya kondisi kesehatan Presiden ketujuh RI itu. Yang ada justru kegiatan Jokowi membesuk tokoh-tokoh yang sakit.

Hal yang sama akan kita dapatkan jika kita mengetik kalimat 'Jokowi Widodo Jatuh Sakit', 'Jokowi Sakit' atau 'Presiden Jokowi Sakit'. Kita hanya akan menemukan berita terkait kegiatan Joko Widodo meresmikan rumah sakit, atau berita terkait bahasan program BPJS.

Baca juga: Terbang Sana Sini, Stamina Jokowi Seperti Nggak Ada Matinya

Kita hanya akan menemukan satu atau dua kanal berita terkait kondisi kesehatan Jokowi. Dari kanal berita itu pun, tidak ada keterangan yang menyatakan secara tegas bahwa Presiden Jokowi sedang dalam kondisi sakit.

Berbagai rahasia kesehatan seorang Joko Widodo pun sudah banyak yang mengungkap. Juru masak kepresidenan Tri Supriharjo, mengatakan bahwa minuman jamu tradisional lah yang menjadi rahasia bugar kakek dari Jan Ethes itu.

"Temulawaknya delapan potong, kunyitnya enam potong, jahe tiga potong," kata Tri Supriharjo dalam satu kesempatan.

Baca juga: Kenapa Jokowi Tak Pernah Sakit?

Ada juga yang menghubungkan kebiasaan berpuasa Senin-Kamis yang Presiden lakukan, menjadi rahasia kesehatan Joko Widodo. Mengingat,  Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari pernah menyebut bahwa Joko Widodo kerap melakukan Puasa Senin-Kamis.

"(Jokowi) kerjanya mulai subuh sampai malam, makannya sering telat dan puasa Senin-Kamisnya enggak putus,” kata Eva, waktu itu.

Selain mengkonsumsi ramuan minuman herbal, jamu tradisional dan rutin berpuasa Senin-Kamis, trik Presiden Joko Widodo dalam menjaga kebugaran tubuhnya bisa jadi adalah dengan berolahraga. 

Presiden Joko Widodo terpantau kerap berolahraga lari di sekitaran Kebun Raya Bogor, yang masih merupakan lingkungan Istana Bogor.

Mengawali tahun baru 2019, Jokowi mengunggah foto saat berjogging ria bersama beberapa anggota Paspampres, ke akun media sosial Instagram resmi miliknya, Rabu 2 Januari 2019 lalu.

Sebelumnya pada unggahan tanggal 12 Mei 2018, Jokowi yang saat itu sedang mempromosikan Asian Games Jakarta-Palembang, juga mengaku sempat aktif bermain basket, saat masih duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswa.

“Olahraga akhir pekan ini saya main basket bareng para pemain Developmental Basketball League. Terakhir main basket sudah 37 tahun lalu. Pegang bola basket terakhir saya masih mahasiswa semester 4. Ini olahraga akhir pekan sekalian mempromosikan Asian Games. Apa aktivitas akhir pekanmu? Ayo kita ramaikan Asian Games," tulis akun @Jokowi saat itu.

Jenis olahraga yang digeluti Presiden Joko Widodo yang lain adalah tinju. Dalam vlog yang diunggah ke YouTube pada tanggal 3 Maret 2018 silam, Jokowi berlatih tinju bersama seorang anggota Paspampres. Video bertinju Jokowi itu kemudian viral, bahkan sempat dihubung-hubungkan dengan kesiapan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam kontestasi Pilpres 2019.

Puncaknya, pada tanggal 7 Juli 2018, Jokowi mengunggah video blog berisi rekaman kebersamaan bersama cucu pertamananya, Jan Ethes Srinarendra. Dalam tayangan berdurasi 2 menit 27 detik itu Jokowi tampak bermain tinju dengan Ethes. Rekaman video tersebut juga kemudian menjadi viral.

Adi Prayitno mengatakan kesehatan merupakan salah satu syarat penting bagi seorang pemimpin negara. Tidak hanya kesehatan secara fisik, melainkan juga secara mental. 

“Ya, penting sekali. Pertama, kesehatan itu syarat wajib capres dan cawapres. Kedua, sehat itu wajib karena seorang presiden harus menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan sekaligus, yang tentu saja membutuhkan stamina yang ok,” jelas Adi.

“Sehat tak hanya fisik, tapi juga rohani biar kepala negara itu orang waras bukan orang gila,” tambahnya.

Adi melihat sampai saat ini stamina Joko Widodo sebagai presiden RI cukup memuaskan. Dosen Ilmu Sosial Politik itu juga menilai fisik kurus Jokowi, tidak serta-merta mengendurkan daya gedor mantan Wali Kota Solo tersebut untuk melakukan aktivitasnya sebagai kepala negara.

Adi juga menambahkan, Indonesia yang luas sudah seharusnya memiliki pemimpin negara dengan stamina yang sedemikian prima.

"Kalau dilihat dari agresivitas dan jadwal kampanye, kondisi fisik Jokowi cukup prima. Terlihat kurus tapi nyaris tanpa jeda blusukan ke berbagai daerah. Mungkin karena tugas kepala negara yang mewajibkan Jokowi harus seperti itu, kuat. Tapi bisa juga karena staminanya memang kuat," tutur Adi Prayitno. []