PM Ardern Sebut Perbedaan dengan China Sulit Diatasi

PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan pada Senin, 3 Mei 2021, bahwa perbedaan antara Selandia Baru dan China semakin sulit diatasi
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, saat bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing, China, 1 April 2019 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan pada Senin, 3 Mei 2021, bahwa perbedaan antara Selandia Baru dan China semakin sulit diatasi, sementara peran Beijing di dunia berkembang dan berubah.

Dalam pidatonya pada pertemuan tingkat tinggi bisnis China di Auckland, Ardern mengatakan ada hal-hal yang China dan Selandia Baru "tidak bisa dan tidak akan sepakat," tapi menambahkan perbedaan itu tidak perlu mempengaruhi hubungan mereka.

"Semua tahu bahwa peran China di dunia berkembang dan berubah, perbedaan sistem kita dan kepentingan dan nilai-nilai yang membentuk sistem itu, semakin sulit diatasi," kata Ardern.

"Ini adalah tantangan yang kami, dan banyak negara lain di Indo Pasifik, Eropa dan kawasan lain, sedang hadapi," tambahnya.

bendera china dan selandia baruSeorang petugas memindahkan bendera Selandia Baru dan China setelah upacara penyambutan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, di Aula Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok, 1 April 2019 (Foto:Dok/ reuters.com - REUTERS/Jason Lee)

Komentar itu disampaikan ketika Selandia Baru menghadapi tekanan dari sejumlah elemen di kalangan sekutu-sekutu Barat mengenai keengganannya menggunakan aliansi intelijen dan keamanan Lima Mata untuk mengkritisi Beijing. Lima Mata adalah aliansi yang melibatkan Australia, Inggris, Kanada dan AS serta Selandia Baru.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Nanaia Mahuta, mengatakan bulan lalu dia tidak nyaman memperluas peran dari Lima Mata.

China, mitra dagang terbesar Selandia Baru, telah menuduh Lima Mata menekan China dengan mengeluarkan pernyataan mengenai Hong Kong dan perlakuan terhadap etnis Muslim Uighur di Xinjiang (vm/ft)/Reuters/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Australia dan Selandia Baru Dukung Sanksi Terhadap China
Australia dan Selandia Baru sambut keputusan internasional AS, Uni Eropa (UE), Kanada dan Inggris jatuhkan sanksi kepada para pejabat senior China
0
Polemik Anggaran Rp 1,7 Kuadriliun, Prabowo Datangi DPR
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR terkait polemik anggaran Rp 1,7 Kuadriliun.