Oleh: Denny Siregar*

Apa pun yang dijanjikan Partai Keadilan Sejahtera, selalu beraroma "surga"....

PKS memang jagonya retorika, menjanjikan sesuatu yang bahkan sulit diterima akal sekalipun. Dan janji terbaru PKS adalah jika mereka menang, mereka akan gratiskan pajak kendaraan bermotor dan SIM akan berlaku seumur hidup.

PKS memang menyasar para pengguna kendaraan bermotor yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta unit dan 80 persennya pengguna sepeda motor. Diharapkan PKS janji surga ini bisa mendorong minimal 30 persen lah untuk memilih mereka di pemilihan legislatif nanti.

PKS sendiri lagi dug dig dag jantungnya, karena menurut survei PKS hanya mampu meraih 3 persen lebih suara dari minimal 4 persen yang ditetapkan KPU supaya bisa lolos ke parlemen. Bayangkan kalau kader PKS gak ada yang duduk di kursi DPR RI, wah makin kering kantong PKS....

Baca juga: PKS Janji Hapus Pajak Motor dan Berlakukan SIM Seumur Hidup

Tapi janji surganya PKS memang keterlaluan....

Janji pajak kendaraan bermotor gratis itu jelas omong kosong. Lah, terus siapa yang membiayai pembangunan jalan supaya bisa dilewati kendaraan bermotor kalau gak ada pajaknya? Masak petani dan nelayan yang dipajaki?

Seperti kentut, janji itu bau sekali sehingga dicaci maki. Bahkan Demokrat pun menganggap janji PKS itu pepesan kosong dan Fahri Hamzah komentar itu cara PKS cari simpati.

Begitu juga dengan SIM seumur hidup....

PKS mencoba menyamakan SIM dengan KTP yang seumur hidup. PKS lupa, bahwa SIM itu bukan kartu identitas diri tetapi lisensi kompetensi. Ada saatnya seseorang itu kehilangan kompetensi mengemudinya, misalnya nyetirnya ngawur karena sudah tua, ya tidak bisa lagi pegang SIM.

Baca juga: Janji Hapus Pajak Motor, Utopis, Pencitraan Biar Dikira Berpihak Rakyat

Apakah janji PKS itu akan ditepati jika mereka menang nanti? Satu hal yang harus dipelajari dari PKS adalah antara janji dan menepati adalah dua hal yang berbeda. Janji PKS itu kemanisan dan bisa membuat orang terkena diabetes. Dan kalau sudah kena, PKS bisa berdalih, "Siapa suruh percaya?"

Harusnya PKS membuat janji yang lebih menarik dan gila lagi.

Semisal kalau PKS menang, maka PKS akan memberi tunjangan tambahan untuk lelaki yang menikah lagi. Semakin muda istri, maka tunjangan akan semakin tinggi.

"Loh kok yang muda yang lebih tinggi dapatnya bang? Bukannya harus sama?"

Ini prinsip keadilan sejahtera. Keadilan itu proporsional, bukan sama rata. Kalau istri tua bedaknya cuma 20 ribu ya kasih 20 ribu jangan lebih. Istri muda kan gak mungkin segitu, bedaknya harus yang 200 ribu biar tetap cantik dan singset supaya tetap nyaman dikendarai....

Wusssss... kudengar gelas kopi melayang dari arah dapur. Alah, istriku dengar rupanya... matek dah.

*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi