UNTUK INDONESIA
PKL Taman Menara Kudus Tolak Relokasi
Apa alasan PKL Taman Menara Kudus menolak tawaran relokasi ke Terminal Bakalankrapyak?
Suasana lengang kios PKL Taman Menara Kudus. Pedagang menolak direlokasi ke Terminal Bakalankrapyak. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Dinas Perdagangan Kudus menawarkan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Menara Kudus relokasi ke Terminal Bakalankrapyak. Tawaran itu menindaklanjuti keluhan sepi pengunjung yang dirasakan para pedagang. Namun tawaran itu ditolak.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan pihaknya sudah beberapa kali menawari para PKL untuk dipindah ke tempat yang lebih ramai pengunjung. Tapi sampai saat ini belum ada jawaban. "Bilangnya mau dibahas dulu sama pedagang lainnya. Tapi belum ada jawaban sampai sekarang," kata dia di kantornya, Jumat, 6 Maret 2020.

Kami tidak mau direlokasi. Kami hanya minta agar para peziarah bisa dilewatkan sini. Sudah itu saja.

Bila mereka berkenan, lanjut Sudiharti pihaknya akan berkoordinasikan dengan Dinas Perhubungan agar belasan PKL Taman Menara bisa direlokasi ke Terminal Bus Bakalankrapyak. Karena di tempat tersebut masih ada sekitar 27 kios yang menganggur.

"Di sana kan lebih ramai pengunjung. Jadi pemasukannya bisa meningkat," ujarnya.

Dari data Dinas Perdagangan, saat ini ada 18 PKL yang masih aktif berjualan di Taman Menara. Jumlah ini turun banyak dibandingkan saat pertama dibuka di tahun 2015 yang mencapai 65 PKL.

Dari pengamatan media ini, lapak PKL di Terminal Bakalankrapyak nampak lebih ramai pengunjung dibandingkan dengan kios PKL yang ada di Taman Menara. Selain itu, penataan jalur keluar dan masuk terminal yang tertata baik membuat kondisi di Bakalankrapyak tidak semrawut.

Di terminal tersebut, wisatawan yang datang langsung diarahkan menuju loket kendaraan wisata. Berupa becak dan delman pada siang hari, sedangkan malamnya menggunakan ojek. Usai berwisata religi di Makam Sunan Kudus, para wisatawan dijemput angkutan, diantar kembali ke terminal bus.

Wisatawan kemudian diturunkan di depan lorong lapak para PKL untuk membeli oleh-oleh maupun mencicipi kuliner khas Kota Kretek. Barulah para wisatawan kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan.

Terpisah, pedagang Taman Menara, Musyafaah, 48 tahun mengaku tidak mau direlokasi lantaran enggan meninggalkan lapak yang telah digunakan berjualan selama belasan tahun itu. "Kami tidak mau direlokasi. Kami hanya minta agar para peziarah bisa dilewatkan sini. Sudah itu saja," ujar dia.

Namun begitu, jika permohonan itu tak bisa dikabulkan dan relokasi menjadi satu-satunya pilihan maka ia meminta seluruh PKL Taman Menara dipindah. "Sebagian besar mereka tutup karena tidak laku dagangannya. Kalau mau direlokasi ke sana, ya semuanya, jangan yang masih aktif saja," ucapnya. [] 

(Nila Niswatul Chusna)

Baca juga:

Berita terkait
Penyebab PKL Taman Menara Kudus Sepi Pengunjung
PKL Taman Menara Kudus mengeluhkan sepinya pembeli. Perubahan jalur wisata dituding menjadi penyebab.
Warga Kudus Malas Ikut Sensus Penduduk Online BPS
Partisipasi warga Kudus mengisi sensus penduduk online dari BPS jeblok. Apa yang memicu warga malas?
Minim Anggaran, Jalan Kudus-Pati Hanya Tambal Sulam
BPJN wilayah 7 mengaku anggaran untuk perawatan jalan Kudus-Rembang hanya Rp 8 miliar untuk 118 km dalam kurun waktu satu tahun.
0
Perusahaan di Jabar Pastikan Karyawan Bebas Covid-19
Pemprov Jabar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan pengawasan dan inspeksi baik sebelum dan setelah PSBB diberlakukan