UNTUK INDONESIA
PGI Prihatin Penutupan 3 Gereja di Jambi
PGI menyatakan prihatin dan menyesalkan penyegelan dan penutupan tiga gereja di Kota Jambi.
Kantor PGI Pusat

Jakarta, (Tagar 28/9/2018) - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyatakan prihatin dan menyesalkan penyegelan dan penutupan tiga gereja di Kota Jambi. 

"Peristiwa semacam ini menambah panjang daftar gereja yang ditutup atau disegel," kata Humas PGI Irma Riana Simanjuntak dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (28/9), seperti dikutip Antara.

Pemerintah Kota Jambi menyegel tiga gereja, yakni Huria Kristen Indonesia (HKI), Gereja Methodist Indonesia (GMI), dan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA), yang berada di Kelurahan Kenali Barat, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi pada Kamis (27/9), karena tidak berizin. 

Penyegelan yang disertai dengan pelarangan ibadah di ketiga gedung gereja tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara FPI, FKUB, MUI, Lembaga Adat Melayu, dan Pemerintah Kota Jambi yang tidak melibatkan pihak gereja. 

"Prihatin jika penyegelan dan pelarangan ibadah di gedung gereja seperti ini terus terjadi hanya karena tekanan dari massa yang dimobilisasi," kata Irma. 

Kalaupun ketiga gereja itu belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), kata Irma, bukan berarti mereka tidak mau mematuhi peraturan karena mereka sebenarnya telah mengurus perizinan. 

"Itu bukanlah karena faktor kesengajaan, tetapi lebih karena faktor-faktor di luar kemampuan mereka, yang seharusnya difasilitasi dan diselesaikan oleh aparat pemerintah setempat," kata Irma. 

Oleh karena itu, PGI menuntut aparat negara di berbagai aras untuk aktif menjalankan tugasnya memfasilitasi dan melindungi hak-hak masyarakat untuk menjalankan kewajiban ibadahnya, termasuk pendirian gereja sebagai tempat ibadah. []

Berita terkait
0
Bos Lippo Group James Riady Mangkir Panggilan KPK
Bos Lippo Grup Tjahaja Riady mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.