Jakarta, (Tagar 11/1/2019) - Tak lama lagi Debat Capres 2019 pertama yang akan diselenggarakan pada 17 Januari 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah melakukan persiapan dengan hal-hal yang nantinya akan diperlukan di Debat Capres.

"98 persen sudah siap. Persiapan debat udah maksimal dan udah sangat siap baik dari sisi substansi pertanyaan maupun orang-orang yang bertugas sudah termasuk persiapan teknis semua sudah sangat siap. Jadi mudah-mudahan tidak ada kendala berarti untuk disampaikan didebat 17 Januari itu," kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Pramono mengatakan pihaknya sudah membuat pertanyaan-pertanyaan untuk paslon di dalam debat pertama nanti. Begitu juga dengan kisi-kisi pertanyaan untuk ke dua pasangan calon.

"Jadi  pertanyaan sudah rapi semalam sudah diberikan pukul 23.00 untuk kedua wakil pasangan calon. Pertanyaan itu kita ingin menggali wawasan-wawasan sikap politik maupun visi misi masing-masing paslon. Jadi ini bukan sekedar menanyakan iya atau tidak, atau a atau b. Tapi kita ingin menggali secara mendalam apa yang ditawarkan oleh masing-masing paslon untuk soal hukum, HAM, korupsi dan terrorisme strategi lima tahun yang akan datang," ucap Pramono.

"20 daftar kisi-kisi pertanyaan untuk paslon semalam sudah diserahkan secara langsung kepada kedua LO (liason officer) dari masing2 paslon pada 23.00," ungkapnya.

Dia mengatakan daftar pertanyaan kisi-kisi yang telah dibuat KPU untuk kedua pasangan calon dipastikan sama.

"Kita pastikan dua amplop yang kita berikan pada kedua wakil masing-masing paslon itu adalah sama tidak ada yang beda sama sekali," ujar dia.

Untuk kisi-kisi pertanyaan yang sudah diterima oleh kedua pasangan calon, dia pastikan kisi-kisi pertanyaan itu bukan untuk dipublikasikan. Karena KPU bersama tim pemenangan Pasangan calon sudah sepakat tidak menyebarluaskan hal tersebut.

"Ketika menyerahkan kepada wakil-wakil masing- masing paslon itu mereka sudah menandatangani surat pernyataan bahwa daftar pertanyaan ini bukan untuk disebarluaskan, kecuali diberikan pada paslon. Nanti terserah paslon untuk membukanya, membahasnya dengan lingkungkan yang sangat terbatas dengan konsultannya, pakarnya dan sebagainya," paparnya.

Namun demikian, dia juga masih melakukan pemeriksaan kembali  yang bersifat teknisnya.

"Saya kira mungkin tinggal hal-hal yang sifatnya teknis mungkin perlu ada yang kita periksa ulang dari hal yang sifatnya mungkin tempat duduk, pakaian, hal-hal yang sifatnya sangat teknis. Nanti akan kita periksa kembali lagi," pungkasnya.