UNTUK INDONESIA
Perlindungan Hak Kreativitas Anak Muda Tanpa Regulasi
Mendukung anak muda menjadi kreatif sangat sering disuarakan, tapi dalam bentuk kongkritnya sangat jarang. Itulah yang menjadi kegelisahan salah satu calon Walikota Makassar ini.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Advokat Indonesia Muhammad Ismak. (Foto: Tagar/Aan Febriansyah)

Makassar - Mendukung anak muda menjadi kreatif sangat sering disuarakan, tapi dalam bentuk kongkritnya sangat jarang kita lihat. Hal inilah yang menjadi kegelisahan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Advokat Indonesia Muhammad Ismak, untuk mencoba mengatur regulasi melindungi hak kekayaan intelektual.

“Rawannya perlindungan hak kreatif dan tiadanya regulasi yang jelas dalam memberi ruang kreatifitas untuk tumbuh lebih maju membuat persoalan semakin sengkarut,” kata Muhammad Ismak, Kamis 18 Juli 2019.

Menurutnya, pemerintah cenderung menyerahkan kompetisi anak muda ini ke mekanisme pasar yang bekerja tanpa ampun.

Siapapun yang punya akses kapitalis dialah pemenang, sementara yang tidak punya akses harus berdarah-darah.

“Maka perlu ada regulasi terkait hak kekayaan intelektual agar anak muda kreatif bisa survive di belantara persaingan uang kejam dan kadang tak adil,” ujar Dia.

Ismak yang juga berencana maju menjadi bakal calon Wali Kota Makassar 2020 mengatakan, akan terus merangkul budayawan dan penggiat kreatif yang ada, karena dari anak muda kreatiflah yang menjadi penentu masa depan.

“Saya ingin berbuat yang lebih baik untuk kota Makassar. Selama ini kita lihat Kota Makassar tidak ada kemajuan, masih begitu-begitu saja,” jelasnya. 

Diketahui, 'Forum Makassar Kita' mengadakan grup fokus discusion bersama para kreator milineal Makassar, di Red Corner Cafe, Kamis 18 Juli 2019.

Kegiatan ini membahas tema tentang 'Membela Hak Kreatifitas Kita' dengan menghadirkan Muhammad Ismak sebagai narasumber dalam kapasitas sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI).

FGD Milineal Kreatif ini menghadirkan 20 kreator di Makassar dengan beragam keahlian, mulai musisi indie, kreator youtube, desainer, photografer, writers, hingga selebgram Makassar.

"kita ingin ada sharing pengalaman soal melindungi hak kekayaan intelektual yang marak terjadi dan meresahkan khususnya bagi para kreator muda ini," ungkap Moch Hasymi Ibrahim, selaku inisiator Forum Makassar Kita.

Juga para peserta diskusi saling sharing pengalaman bagaimana pemerintah mendorong atmosfir yang sehat bagi kompetisi dan memajukan para kreator muda di Makassar ini.

"Saya sebagai profesional hukum tentu mendorong upaya yang bisa membantu dan mengedukasi khususnya para kreator muda ini bila terkendala secara hukum. Kalau perlu kita sudah berniat untuk memberikan bantuan hukum. Sayang sekali bila kita tak mendukung mereka, karena potensi mereka sangat besar dan tidak lama lagi akan sangat menentukan kota ini, " ungkap Ismak. []

Artikel lain

Berita terkait
0
Masyarakat Nelayan Prioritas Khusus Pembangungan
Masyarakat nelayan, menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono, saat ini salah satu yang jadi perhatian khusus pemerintah