UNTUK INDONESIA

Perayaan Thanksgiving di Masa Pandemi Virus Corona

Ketika pandemi virus corona di AS melonjak dengan tajam CDC Amerika mengeluarkan pedoman khusus untuk merayakan Thanksgiving
Dr Robert Redfield, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Di saat pandemi virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) terus melonjak dengan tajam, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika mengeluarkan pedoman khusus untuk merayakan Thanksgiving atau Hari Bersyukur pada tanggal 26 November 2020.

Laporan situs independen, worldometer, tanggal 20 November 2020 menunjukkan jumlah kasus virus corona di AS mencapai 12.070.712 dengan 258.333 kematian. Dua negara bagian dengan kasus di atas 1 juta yaitu Texas 1.147.276 dan California 1.080.261. Kasus harian tertinggi dilaporkan tanggal 19 November 2020 sebanyak 192.186.

Kepada stasiun televisi CNBC, manajer insiden Covid-19 CDC, Dr Henry Walke, mengatakan hari raya tersebut adalah saat yang penting untuk berhati-hati. "Tidak ada saat yang lebih penting daripada sekarang bagi setiap orang Amerika untuk melipatgandakan upaya kita dalam menjaga jarak, mencuci tangan, dan yang paling penting, memakai masker," katanya.

Selain itu, CDC merekomendasikan perayaan dilakukan hanya dengan orang-orang yang tinggal serumah. CDC mendesak agar jumlah orang, tuan rumah maupun tamu, dibatasi; mengadakan acara di luar ruangan; dan membersihkan dan mendesinfektan secara menyeluruh.

Jika acara kumpul-kumpul tidak bisa diadakan di luar ruangan, CDC menyarankan agar menjaga sirkulasi udara dengan membuka jendela atau menggunakan kipas angin. CDC juga merekomendasikan agar tidak membiarkan tamu masuk ke area di mana makanan atau minuman sedang disiapkan.

CDC mendesak penggunaan "sekali pakai untuk misalnya saus, wadah makanan, piring, dan sendok garpu." Thanksgiving biasanya merupakan salah satu periode perjalanan tersibuk di Amerika, tetapi untuk tahun ini CDC tidak menyarankannya (ka/lt)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Virus Corona di Amerika Serikat Jumlahnya Tembus 12 Juta
Kekhawatiran Presiden terpilih AS, Joe Biden, jika Presiden Trump halangi transisi pandemi virus corona meledak, kini kasus di AS lebih 12 juta
Joe Biden: Harus Ada Panglima Lawan Pandemi Virus Corona
Presiden terpilih AS, Joe Biden, mengatakan bahwa upaya melawan pandemi virus corona seperti pergi perang harus ada panglimanya
Presiden Terpilih Joe Biden Bentuk Tim Tanggap Virus Corona
Kalangan pakar di AS melihat perubahan tajam dalam strategi mengatasi pandemi virus corona dengan terpilihnya, Joe Biden, sebagai Presiden AS
0
Kronologi Toko Minyak Wangi Hangus Terbakar di Kediri
Kebakaran terjadi pada lantai tiga toko yang menjual minyak wangi. Lantai 3 digunakan untuk gudang penyimpanan berisi zat metanol.