UNTUK INDONESIA
Penyebab Kebakaran Hebat Bekas Pabrik AAF di Aceh
Kebakaran hebat terjadi di area pabrik PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh.
Pabrik PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, terbakar, Minggu, 18 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Istimewa)

Lhokseumawe – Diduga akibat pemotongan besi, telah menyebabkan kebakaran hebat yang terjadi di area pabrik PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh.

Manajer Humas PT Pupuk Iskandar Muda, Nasrun mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan diduga akibat dari pemotongan pipa cooling water milik pabrik tersebut.

“Diduga karena percikan api dari pemotongan besi tersebut, sehingga menyambar ke tumpukan kayu yang sudah kering yang menimbulkan api dan menyebabkan terjadinya kebakaran,” ujar Nasrun, Minggu, 18 Oktober 2020.

Nasrun menambahkan, karena api yang sudah semakin membesar, maka sebanyak empat mobil pemadam kebakaran milik perusahaan pupuk tersebut, langsung menuju ke lokasi untuk memadamkan api.

Diduga karena percikan api dari pemotongan besi tersebut, sehingga menyambar ke tumpukan kayu yang sudah kering.

Sekitar pukul 13.00 WIB, api berhasil dipadamkan dan api terlihat hitam karena banyak plastik dan drum bekas yang terbakar. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa dan sejumlah aktivitas telah normal kembali.

“Kini aktivitasnya telah normal kembali dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tadi setelah apinya berhasil dipadamkan, maka aktivitasnya seperti biasa lagi dan normal kembali,” tutur nasrun.

PT Asean Aceh Fertilizer merupakan perusahaan penghasil pupul dan kerjasama ekonomi dan industri negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam Asean. Pabrik itu dibangun pada tahun 1981.

Pabrik tersebut memproduksi pupuk urea dan amonia cair sebagai produk sampingan. Menawarkan produk-produknya di Vietnam, Tiongkok, India, Ceylon, Kamboja, Jepang, dan Taiwan.

Seiring dengan berakhirnya era kejayaan migas di Aceh, maka PT. Asean Aceh Fertilizer akhirnya menghentikan operasional produksinya. []

Berita terkait
Rumah Dekat Aliran Sungai Aceh Tamiang Terancam Hanyut
Rumah warga Dusun Lubuk Sukun, Desa Alur Selebu, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh terancam hanut ke sungai.
Pembunuh Bocah Rangga Ditemukan Tewas di Dalam Sel Aceh
Pembunuh Rangga dan pemerkosa ibunya ditemukan tewas di dalam sel tahanan Polres Langsa, Aceh.
Pemutihan Kendaraan Bermotor di Aceh Diperpanjang
Jadwal pemutihan kendaraan bermotor di Aceh kembali diperpanjang akibat antusiasme masyarakat untuk menggunakan plat BL cukup tinggi.
0
IHSG Turun Tipis 0,09 Persen, 3 Saham Ini Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2020 terkoreksi tipis 0,09 persen di posisi 5.091,82 poin.