UNTUK INDONESIA
Penusukan Wiranto dan Ancaman Radikalisme
Penusukan Wiranto dan ancaman radikalisme. Bangunlah, Pak Jokowi. Mereka sudah ada di dalam rumah kita sendiri. Tulisan opini Denny Siregar.
Wiranto (tengah). (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Saat tampil di acara Q&A Metro TV, saya ditanya oleh salah satu panelis, apa yang menjadi keresahan saya sekarang ini.

Jawaban saya singkat, "Radikalisme."

Radikalisme di negeri ini sudah berada pada tahap paling berbahaya. Sudah bukan lampu kuning lagi, tapi merah menyala. Dikuasainya tempat ibadah, dikuasainya dunia pendidikan sampai aparat, menandakan bahwa tinggal setahap lagi mereka akan menguasai kita dalam segala bidang.

Seorang pegiat media sosial Ninoy S Karundeng, bahkan dipukuli sampai hancur mukanya dan diancam dibunuh di dalam tempat ibadah. Dan sesudah para pelaku ditangkap, yang mengerikan, banyak sekali orang-orang yang membela tersangka dengan segala argumentasinya.

Bangunlah, Pak Jokowi. Mereka sudah ada di dalam rumah kita sendiri.

Itu karena para tersangka itu satu kelompok dengan mereka.

Dan baru saja kejadian, Menkopolhukam ditusuk orang tak dikenal saat di Pandeglang. Ini menandakan bahwa kelompok ini sudah tidak ada rasa takut bahkan kepada pejabat tinggi negara yang dikelilingi banyak pengawal.

Bagi mereka ada satu kebanggaan jika berhasil membunuh satu tokoh, apalagi terkenal, sebagai pesan untuk anggota lainnya supaya berbuat yang sama.

Radikalisme di negeri ini sudah membuat sebagian elemen penting dalam sistem negara lumpuh.

Pertanyaannya, bagaimana sikap pemerintahan mendatang terhadap radikalisme? Masihkah melakukan kompromi terhadap kelompok yang jelas-jelas memusuhi dengan melakukan kekerasan?

Bagi Jokowi sebenarnya, lebih mudah melakukan seperti apa yang pernah dilakukan SBY selama 10 tahun masa pemerintahannya. Yaitu diam saja tanpa berbuat apa-apa, yang penting tidak ada keributan.

Tapi jika itu yang dia lakukan, lihat saja, monster bernama radikalisme ini akan semakin besar. Dan tanpa sadar pada satu momen tertentu mereka akan memakan kita hidup-hidup sampai tak bersisa yang namanya negara Republik Indonesia.

Bangunlah, Pak Jokowi. Mereka sudah ada di dalam rumah kita sendiri.

Seruput kopinya.

*Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

Baca juga: 

Berita terkait
Wiranto Kena Dua Tusukan di Perut
Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang Firman mengatakan Mekopolhukam Wiiranto terkena dua tusukan di bagian perut.
Wiranto Segera Dievakuasi dari Banten ke Jakarta
Menko Polhukam Wiranto rencananya akan dievakuasi dari Kabupaten Pandeglang, Banten ke Jakarta dengan menggunakan helikopter.
Ajudan Wiranto Kena Tusuk
Ajudan Wiranto dan seorang polisi juga kena tusuk dan saat ini sedang mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.
0
Kasus Ikan Asin Galih-Fairus Siap Ke Meja Hijau
Berkas kasus 'ikan asin' oleh tiga tersangka Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami saat ini telah P21 atau lengkap untuk disidangkan.