UNTUK INDONESIA
Pendiri Warkop DKI Rudy Badil, Sosok Gigih dan Pintar
Pendiri Warkop DKI Rudy Badil telah menghadap sang Khalik. Dia wafat di RS Dharmais sempat sebelumnya terjatuh di kamar mandi.
Pendiri Warkop DKI, Rudy Badil Meninggal Dunia pada Kamis 11 Juli 2019. (Foto: Instagram/ @indrowarkop_asli)

Jakarta - Pendiri Warkop DKI Rudy Badil telah menghadap sang Khalik. Dia wafat pada Kamis, 11 Juli 2019 di RS Dharmais, Slipi, Jakarta Barat. Rudy adalah salah satu pendiri grup lawak Warkop DKI. Sebelum meninggal, dia sempat terjatuh di kamar mandi.

Warkop DKI dibentuk oleh Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro).

Mungkin tak banyak mengenal sosok Rudy Badil ini. Tagar memberikan sekilas informasi mengenai salah satu pendiri grup lawak ini. 

Rudy Badil adalah wartawan legendaris Harian Kompas. Nama Rudy pernah menjadi ikon Kompas karena tulisan-tulisannya yang mengenai kebudayaan telah banyak memikat orang. Itu karena bahasa tutur yang digunakannya dalam tulisannya itu dapat memikau hati khalayak. 

Rudy dikenal adalah sebagai salah seorang  pendiri grup Warkop Prambors yang kemudian kini populer dengan nama Warkop DKI. Rudy memang sudah sangat andal dalam mengolah lawakan sudah sejak dia masih dibangku kuliah. 

"Mas Badil adalah mantan wartawan Harian Kompas, seorang pendaki gunung Mapala UI, teman Soe Hok Gie, salah satu pendiri Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro). Dia seorang penjelajah budaya, senang keluyuran, memasak, mencicipi kuliner, penulis yang asyik, dan pendongeng yang menyegarkan," kata Indro Warkop.

Pendiri Warkop DKI ini juga kerap kali menyelipkan materi lawakannya dengan sebuah kritikan terkait rezim Orde Baru Soeharto. Sejak awal kuliah, dia sudah akrab dengan aksi-aksi mahasiswa untuk menumbangkan rezim presiden kedua itu. 

Grup itu sendiri sudah dibentuk sejak 1970-an. Terbentuknya Warkop Prambors atau sekarang dikenal dengan Warkop DKI, awalnya tak direncanakan. Saat itu personel Warkop tersebut rutin mengisi  program siaran bertajuk 'Obrolan Santai di Warung Kopi' setiap Kamis malam di Radio Prambors. Setahun berselang, Dono bergabung, sementara Indro menyusul pada 1976.

Akibat lawakan Warkop Prambors yang memiliki ciri khas itu membuat masyarakat menyukainya. Sehingga, grup tersebut selalu saja mendapatkan tawaran pekerjaan untuk mengisi lawakan di panggung. Namun saat sudah mulai dikenal, Rudy Badil justru mengundurkan diri. 

Rudy saat itu mengakui dia demam panggung dan tak terbiasa tampil untuk menghibur di atas panggung. Dia ternyata satu-satunya personel yang tak pernah terlibat dalam penggarapan film-film Warkop DKI yang saat ini sudah melegenda. 

Selepas mengundurkan diri dari panggung lawakan tersebut, Rudy baru melanjutkan kiprahnya di dunia jurnalistik sebagai wartawan Kompas. Dia juga pernah turut andil dalam mengelola Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) yang didirikan PK Ojong dan Jakob Oetama pada era 1980-an. 

Meskipun tak lagi berkecimpung di dunia lawakan bersama Warkop DKI, dia tetap ambil perannya di dunia yang berbeda lewat pemikiran-pemikirannya yang kritis demi perbaikan dan kemajuan bangsa. 

"Warkop DKI tidak akan lepas dari sosok Rudy Badil selamanya. Dan gue akan kibarkan bendera Warkop DKI seumur hidup gue, gue janji, Insya Allah," ucap Indro.  

Rudy Badil meninggal karena pendarahan otak. Dia dilarikan ke rumah sakit pada Senin 8 Juli 2019 setelah ditemukan terjatuh di kamar mandi akibat terserang stroke. 

Baca juga:

Berita terkait
0
Putra Tri Rismaharini Ungkap Ibunya Ditawari Menteri
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma disebut-sebut masuk bursa calon menteri Kabinet Kerja jilid II.