Makassar - Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, fokus membangun sejumlah proyek strategis nasional. Dan salah satunya adalah Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Bendungan Pamukkulu jika rehalisasi akan menjadi bendungan terbesar ke tiga di Sulawesi Selatan, setelah Bendungan Bili-bili di Gowa dan Paseloreng di Wajo. Namun sejauh ini masihn dalam proses pembebasan lahan.

Proyek bendungan itu sendiri, nantinya di bangun diatas lahan seluas 640 hektar, waktu pengerjaannya sejak 2017 hingga 2022, total biaya pembangunan bendungan ini sebesar Rp 1,7 triliun. Dana pembangunannya berasal dari dana pinjaman luar negeri dan dari APBN.

Baca juga: Bupati Gowa Siapkan Anggaran Bendungan Je'nelata

Untuk mempercepat pembangunannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menggelar rapat koordinasi di ruang kerjanya, Rabu 12 Juni 2019. Dalam rapat tersebut, ia menegaskan percepatan pembangunan bendungan itu, dalam proses meneruskan Surat Keputusan (SK) perpanjangan dari Panitia Penanganan Tanah (P2T) BPN Kanwil Sulsel.

"SK ini akan diteruskan ke Kantor BPN Takalar untuk dieksekusi. Intinya di Provinsi sudah selesai SK perpanjangan tinggal pelimpahan kewenangan kepada BPN dan Balai untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karena dari provinsi sudah tanda tangan SK sejak Senin 10 Juni 2019 kemarin," ungkap Sudirman.

Ia bahkan menyebut, jika sudah tidak ada kendala di lapangan dalam peroses pembebasan lahannya. "Kan tahap pertama sudah inckrah dan masyarakat sudah menghadap ke camatnya, sehingga sudah mengatakan sudah bisa diproses segera," lanjut Sudirman. 

Sejauh ini, tidak ada kendala mengenai masalah tersebut, doakan saja supaya sudah bisa dijalankan konstruksi untuk tetap berjalan lima persen kemudian nantinya bertahap dikerjakan.

Untuk pembanguann Bendungan Pamukkulu, dari seluruh lahan yang ada, 200 hektar lahan berada di kawasan hutan. Dan sisanya, akan menenggelamkan tiga dusun di Desa Kele Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Bahkan ada 312 kepala keluarga yang akan terdampak.

Baca juga: Progres Menggembirakan Pembangunan Bendungan Pidekso Wonogiri

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pomprengan Jeneberang, Supardji menjelaskan, Bendungan Pamukkulu bakal berfungsi mengairi irigasi seluas 6.430 hektar.

Selain itu, bendungan itu dapat menampung 82,7 juta meter kubik air, sehingga membantu mengendalikan banjir dan menyediakan air baku. Bendungan juga bisa memberikan daya PLTA sebesar 25 megawatt (MW).

Pekerjaan Bendungan Pamukkulu dibagi dua kegiatan. Paket pertama akan dikerjakan PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 852 miliar lebih, dan paket dua dikerjakan PT Nindya Karya dengan kontrak Rp 842 miliar lebih.

Tahap pertama pengerjaan pembangunan dengan melakukan pembebasan lahan seluas 640 hektare dan tahap kedua pembangunan fisik jembatan. []

Baca juga: Kementerian PUPR Targetkan 29 Bendungan Selesai Sampai Akhir 2019