UNTUK INDONESIA
PDSKJI Minta Batasi Informasi Berlebihan Soal Corona
Pembatasan perolehan informasi secara berlebihan dari berita yang belum diketahui kebenaran dapat membantu menjaga kesehatan jiwa saat corona.
Ilustrasi virus corona. (Foto: Pixabay.com/TheDigitalArtist)

Jakarta - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengharapkan adanya pembatasan perolehan informasi secara berlebihan mengenai virus corona Covid-19. DPSKIJ menyebutkan membatasi perolehan informasi secara berlebihan dari berita-berita yang belum diketahui kebenarannya dapat membantu menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19.

"Batasi informasi yang berlebihan," kata psikiater dr. Lahargo Kembaren dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat, 1 Mei 2020 seperti dikutip dari laman bnpb.go.id.

Untuk menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19, masyarakat harus  memilah informasi dengan memperolehnya dari sumber-sumber resmi dan terpercaya

Baca Juga: Kemenperin Permudah Izin Produksi Ventilator Corona 

Selain itu, menurutnya, masyarakat perlu membatasi diri untuk memperoleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal tersebut karena kecemasan, kekhawatiran bisa muncul akibat terlalu banyak menonton, membaca dan mendengar informasi secara berlebihan. 

Dalam hal ini memberi jarak sejenak untuk tidak mengkonsumsi berita atau informasi yang berlebihan dapat memperbaiki diri secara psikologis. "Mengambil jarak sejenak dari informasi tersebut akan baik bagi kesehatan jiwa kita," tutur Lahargo.

Hindarilah merokok, hindari minum alkohol atau narkoba untuk mengatasi perasaan tidak nyaman karena itu tidak akan menyelesaikan masalah

Menurutnya,  untuk menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19, masyarakat harus  memilah informasi dengan memperolehnya dari sumber-sumber resmi dan terpercaya. Seperti website covid19.go.id, WhatsApp Covid-19, Informasi Pusat Layanan Telepon Covid-19 119, siaran TVRI dan RRI yang juga digandakan melalui media swasta nasional lainnya.

"Dengan membaca dari sumber yang keliru itu akan membuat kita lebih cemas, lebih khawatir dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa," katanya.

penanganan coronaIlustrasi penanganan pasien corona. Dua PDP di Kabupaten Magelang meninggal dunia di hari yang sama, Rabu, 22 April 2020. (Foto: Dok Tagar)

Lahargo menambahkan, masyarakat juga harus mengatasi berbagai kondisi perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal-hal yang positif. Seperti berolahraga, melakukan aktivitas yang produktif, menjalankan hobi, istirahat yang cukup dan tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak kesehatan. "Hindarilah merokok, hindari minum alkohol atau narkoba untuk mengatasi perasaan tidak nyaman karena itu tidak akan menyelesaikan masalah," ujarnya.

Apabila seseorang mengalami stres, perasaan tidak enak, maka disarankan untuk segera berkonsultasi kepada profesional kesehatan jiwa seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, konselor atau dokter. Dalam kondisi seperti saat ini di tengah pandemi Covid--19, masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi melalui telemedicine seperti halodoc, alodokter yang dapat diakses dari rumah saja. "Semua itu akan membantu kita untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat," kata Lahargo.

Baca Juga: Cerita Anggota DPRD Sumut Setelah Sembuh dari Corona

Selain itu, untuk menjaga kesehatan jiwa dan mengatasi berbagai emosi saat pandemi virus corona Covid-19, ia juga menyarankan agar masyarakat memanfaatkan berbagai keterampilan yang dimiliki. Contohnya  melakukan relaksasi dengan menarik napas, melakukan terapi dengan gerakan tertentu sehingga dapat mengembalikan emosional diri.

"Ini akan membuat perasaan tidak nyaman yang kita rasakan kembali membaik dan kesehatan jiwa kita bisa terjaga dengan baik," ucap Lahargo.[]

Berita terkait
Pasien Positif Corona Aceh Bertambah, Jadi 11 Kasus
Pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Aceh sudah mencapai 11 orang.
Corona Bikin 50 Ribu Buruh di Jawa Tengah Menganggur
Dua bulan lebih pandemi corona, 50 ribu lebih buruh di Jawa Tengah menganggur. May Day pun diperingati dengan nuansa keprihatinan.
Kemenperin Permudah Izin Produksi Ventilator Corona
Kemenperin sangat terbuka dan mendukung tim perguruan tinggi yang sedang melakukan proses produksi ventilator atau alat bantu pernapasan.
0
PDSKJI Minta Batasi Informasi Berlebihan Soal Corona
Pembatasan perolehan informasi secara berlebihan dari berita yang belum diketahui kebenaran dapat membantu menjaga kesehatan jiwa saat corona.