UNTUK INDONESIA
Panduan Industri MICE Disempurnakan di Konvensi Bali
Kemenparekraf dan stake holder industri MICE Indonesia menggelar konvensi untuk menyempurnakan panduan giat event industri MICE.(Foto: Tagar|Dokumentasi IVENDO Bali).

Badung - Aktivitas industri pariwisata Meeting Incentive Convention dan Exhibiton (MICE) Indonesia mulai berproses bangkit dari keterpurukan. Berdasarkan data forwardkeys, kunjungan wisatawan dengan tujuan bisnis pada bulan Juni 2020 menunjukan peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan angka yang terpuruk di bulan Mei 2020 sebesar 69%.

Menurut Ketua Indonesia Event Industry Council (Ivendo) Bali, Grace Jeanie, data tersebut menunjukan aktivitas MICE mulai berangsur aktif kembali. "Kondisi tersebut menjadikan panduan pelaksanaan kegiatan MICE menjadi sangat penting untuk disiapkan agar Indonesia dapat kembali menjadi destinasi  yang aman dan nyaman," ujarnya kepada Tagar, Rabu, 26 Agustus 2020. 

Pertemuan ini digelar dengan konsep hybrid agar dapat menampung semakin banyak stakeholders dari berbagai destinasi untuk turut berpartisipasi aktif dalam konvensi.

Baca Juga: Industri MICE Anjok, ITDC Mitigasi Dampak Covid-19 

Untuk itulah, menurut Grace,  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama dengan INACEB serta melibatkan masukan yang signifikan dari stakeholders, menyusun panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan pada kegiatan MICE. Panduan ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan MICE yang aturan teknis spesifiknya akan disesuaikan dengan panduan yang dibuat oleh asosiasi dan pelaku industri  sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Panduan ini merupakan panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang protokol kesehatan bagi Masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian virus corona Covid-19  yang diturunkan pada pelaksanaan kegiatan MICE di Indonesia. Konvensi rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan pada kegiatan MICE ini telah dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Selasa 25 Agustus 2020.

Menurut Grace, konvensi ini digelar untuk  bersama-sama memahami substansi dari rancangan panduan agar dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan yang terjadi di lapangan pada saat pelaksanaan kegiatan MICE. Pertemuan ini digelar dengan konsep hybrid agar dapat menampung semakin banyak stakeholders dari berbagai destinasi untuk turut berpartisipasi aktif dalam konvensi.

Konvensi ini dihadiri oleh stakeholders MICE meliputi asosiasi, industri, dan pemerintah. Antara lain Wakil Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Ketua INACEB, BALICEB, ASPERAPI Bali, INCCA, Ketua IVENDO Bali, ICCA Indonesia dan stakeholders MICE lainnya dari berbagai destinasi yang hadir secara offline dan online.

Sebelumnya Kemenparekraf telah melaksanakan rangkaian proses evaluasi dan penyesuaian yang dilakukan dalam beberapa kali konvensi di Jakarta, baik secara offline maupun online. Juga telah dilaksanakan simulasi di tempat pelaksanaan kegiatan MICE di Jakarta dan Bali.

“Saat ini panduan telah memasuki tahap akhir penyusunan, dan untuk menyempurnakan isi panduan, kembali dilaksanakan konvensi di Bali guna bersama-sama memahami substansi dari rancangan panduan agar dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan yang terjadi di lapangan pada saat pelaksanaan kegiatan MICE,” ujar Grace.

Ketentuan yang termuat dalam panduan ini juga mengacu pada protokol dan panduan yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia, World Health Organization (WHO), Travel & Tourism Council (WTTC) serta Asosiasi MICE nasional dan internasional seperti ICCA, UFI, AIPC, serta ASPERAPI.

Selain konvensi, juga berlangsung exhibiton atau pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diisi oleh 10 UMKM terpilih. Mereka akan menjual produk-produk unggulannya dengan transaksi secara digital atau touchless menggunakan QR code.

Konsep pelaksanaan konvensi di Bali tersebut sekaligus menjadi aktivitas untuk mempraktekkan pelaksanaan kegiatan MICE sesuai dengan substansi yang dituangkan pada panduan. Setelah konvensi akhir penyempurnaan rancangan panduan ini selesai dilaksanakan, maka akan dihasilkan panduan dalam bentuk handbook dan video simulasi.

Simak Pula: Mensos Harap Bansos Gairahkan Pariwisata Pulau Bali

Video dan handbook ini dapat digunakan dalam pelaksanaan sosialisasi-sosialisasi di destinasi MICE yang sudah siap, dan direncanakan akan diluncurkan secara resmi oleh Menparekraf pada pekan depan di Jakarta. Pada acara konvensi, Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan, mengharapkan seluruh stakeholders MICE yang bergabung dalam konvensi panduan ini dapat bersatu dan berkolaborasi memberikan new insights dalam penyempurnaan dan pemahaman substansi rancangan panduan ini, sehingga sektor MICE kembali siap dan mampu bangkit kembali untuk memacu pertumbuhan dan kreativitas yang lebih baik dari sebelumnya. 

"Selain itu diharapkan bisa menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE yang aman, nyaman dan memiliki value proposition yang dapat memenangkan persaingan di dunia internasional," ujar Rizki.[]

Berita terkait
Apakah Pariwisata Bali Siap Terima Wisatawan Asing
Di tengah pandemi virus corona baru yang masih menggeliat di dunia pariwisata Bali dikabarkan akan membuka diri untuk wisatawan asing
Youtuber Tina Bule Bantu Dongkrak Pariwisata Bali
Pemerintah Provinsi Bali menggandeng youtuber, Tina Bule untuk mempromosikan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Pariwisata Bali Dibuka, Garuda Yakin Okupansi Naik
Garuda Indonesia optimistis geliat industri penerbangan akan semakin cepat pulih dengan keputusan pemerintah membuka akses pariwisata ke Bali
0
Peziarah Mulai Padati Terminal Bakalankrapyak Kudus
Wisata religi makam Sunan Kudus mulai bergairah setelah Terminal Bakalankrapyak dibuka. Terminal mulai didatangi bus-bus besar peziarah.