Jeddah, (Tagar 6/1/2019) - Salah satu paman Presiden Joko Widodo, Mulyono Herlambang, meninggal dunia ketika menjalankan ibadah umroh di Jeddah, Arab Saudi. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah mengurus pemulangan jenazah ke Indonesia.

Mulyono merupakan adik kandung dari ayahnya, Notomiharjo. Hal tersebut diketahui melalui keterangan tertulis KJRI Jeddah yang diterima Tagar News, Minggu (6/1).

Untuk memperoses penyelesaian dokumen izin pemulangan jenazah Mulyono dari beberapa instansi terkait Arab Saudi, KJRI Jeddah menurunkan sejumlah tim yang bergerak paralel.

Konjen yang turut mengawal pengurusan jenazah, Hery, mengungkapkan pemulangan almarhum Mulyono di Arab Saudi melalui sejumlah tahapan.

"Prosesnya memakan waktu yang harus melewati laporan kematian (tablig wafat), surat pernyataan persetujuan dari ahli waris atau keluarga jenazah, surat pengantar kepolisian untuk penyerahan jenazah dari rumah sakit, koordinasi dengan magsalah al-amwat (pusat pemandian dan pengkafanan jenazah) dan hal lainya," katanya melalui keterangan tertulis.

Konjen Hery menambahkan, pemulangan jenazah harus memperoleh izin dari pemerintah kota setempat, dalam hal ini Jeddah. Surat persetujuan tersebut kemudian diteruskan ke kepolisian wilayah, jawazat (imigrasi), dan al-tib al-syar'e atau medical forensic.

"Selanjutnya kami mengurus surat pengantar pengambilan jenazah dari rumah sakit dan surat pengantar yang ditujukan ke Ahwal Madani (Dukcapil) untuk pengurusan syahadah wafat (akta wafat)," lanjutnya.

Pada saat yang sama tim KJRI mengurus proses pembalsaman jenazah dan berkoordinasi dengan maskapai untuk pemesanan kargo. Sementara petugas lainnya mengurus exit permit dari kantor imigrasi setempat.

Jenazah diterbangkan dari Jeddah pada Kamis (3/1) menggunakan Garuda Indonesia GA973 dengan jadwal keberangkatan 21.30 waktu setempat di bawah pengawalan Pelaksana Fungsi Konsuler-1, Safaat Ghofur, yang merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga KJRI Jeddah.